• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Praktik Pembakaran Limbah Plastik di Industri Makanan Dinilai Berisiko bagi Kesehatan

by Redaksi
Februari 6, 2026
in News
Keterangan foto: Ilustrasi makanan berupa jamur dan sosis yang dibakar. (Sumber: Jan Kopriva via Unsplash)

Keterangan foto: Ilustrasi makanan berupa jamur dan sosis yang dibakar. (Sumber: Jan Kopriva via Unsplash)

Narata.co – Praktik pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar dalam proses penggorengan di sejumlah industri makanan dinilai berisiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Pembakaran plastik dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang mencemari produk pangan serta udara di sekitar sentra industri.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Benedikta Diah Saraswati, mengatakan emisi gas dari pembakaran plastik berpotensi mengontaminasi produk selama proses produksi.

“Plastik yang dibakar secara tidak sempurna akan melepaskan senyawa beracun yang sangat stabil, terutama dioksin dan furan. Karena sifatnya lipofilik, senyawa ini mudah berikatan dengan lemak dan protein sehingga berpotensi terakumulasi dalam produk pangan,” kata Diah dalam siaran persnya, Jumat (6/2/2026).

Menurut Diah, dioksin dan furan termasuk kelompok polutan organik persisten yang dapat bertahan lama di dalam tubuh manusia. Paparan jangka panjang bersifat genotoksik karena dapat merusak DNA.

“Akumulasi dalam jangka waktu lama dapat memicu peradangan kronis, gangguan fungsi hati, gangguan sistem hormon, serta meningkatkan risiko kanker,” ujarnya.

Diah menjelaskan, selain melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, pembakaran plastik juga meningkatkan paparan mikroplastik di udara. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat terhirup atau mengendap pada bahan pangan, lalu masuk ke saluran pernapasan dan pencernaan.

“Hati atau hepar menjadi organ yang paling rentan terdampak karena berperan dalam proses detoksifikasi. Namun, struktur kimia dioksin dan furan yang sangat stabil membuat zat ini sulit diurai sehingga memicu peradangan,” jelasnya.

Baca juga: Pakar Biomedis Ingatkan Bahaya Sodet Plastik terhadap Kesehatan

Ia menambahkan, senyawa hasil pembakaran plastik juga termasuk endocrine disrupting chemicals (EDC) yang dapat mengganggu sistem hormon.

“Zat ini mampu meniru atau menghambat kerja hormon alami tubuh, sehingga berisiko mengacaukan sistem reproduksi dan metabolisme. Bahkan, paparan dapat menembus sawar plasenta dan mengganggu perkembangan janin,” ucap Diah.

Risiko kesehatan, lanjut Diah, tidak hanya dialami konsumen, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi industri. Asap pembakaran plastik mengandung partikel halus PM2,5 dan mikroplastik yang dapat terhirup hingga ke paru-paru.

“Dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan seperti batuk dan infeksi saluran pernapasan akut. Jika paparan berlangsung lama, berpotensi berkembang menjadi penyakit paru kronis seperti asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik),” ujarnya.

Diah menegaskan, langkah utama untuk menekan risiko kesehatan adalah menghentikan penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar.

“Selama sumber polusi masih ada, risiko kesehatan akan terus berulang,” tegasnya.

Sebagai upaya perlindungan, ia menyarankan masyarakat menggunakan masker respirator saat terpapar asap, menjaga ventilasi rumah, menghindari penggunaan plastik untuk makanan panas, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan.

“Asupan antioksidan dapat membantu tubuh melawan kerusakan sel akibat radikal bebas dari kontaminan plastik, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko,” pungkas Diah.

Tags: Dampak-KesehatanIPB-UniversityKankerKesehatanLimbahMakanan
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Penyerang asal Brasil, Clayton da Silva, yang direkrut PSMS Medan. (Sumber: Instagram @claytonoficial23)

PSMS Medan Resmi Rekrut Eks Striker Timnas Brasil U-23

Recommended

Aske Mabel menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kelas II-B Wamena. (Foto: Satgas Ops Damai Cartenz).

Eks Anggota Polres Yalimo yang Membelot ke KKB Dihukum 8 Tahun Penjara

7 bulan ago
whatsapp image 2025 07 20 at 14.35.38

Rico Waas Dorong Masyarakat Perbanyak Konsumsi Ikan

7 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?