• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Film Indonesia Makin Diperhitungkan di Dunia, 126 Karya Tembus Festival Internasional Sepanjang 2025

by Redaksi
Februari 10, 2026
in News
Keterangan foto: Film Pangku meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. (Sumber: Instagram @filmpangku)

Keterangan foto: Film Pangku meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. (Sumber: Instagram @filmpangku)

Narata.co — Kiprah film Indonesia di tingkat internasional terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Berdasarkan riset Cinema Poetica, sebanyak 126 film Indonesia tercatat beredar di berbagai festival internasional selama 2025, meningkat signifikan dibandingkan 78 film pada 2024 dan 73 film pada 2023.

Selain film yang telah diproduksi, terdapat 9 proyek film Indonesia yang mengikuti laboratorium dan forum pendanaan internasional. Secara geografis, film Indonesia menjangkau 91 festival di 36 negara yang tersebar di Asia, Australia, Eropa, dan Amerika.

Dari keikutsertaan tersebut, film Indonesia meraih 48 penghargaan internasional, terdiri atas 23 penghargaan film fiksi pendek, 18 fiksi panjang, 5 dokumenter pendek, dan 2 dokumenter panjang. Sementara itu, proyek film dalam tahap pengembangan juga memperoleh 4 penghargaan internasional.

Perwakilan Cinema Poetica, Adrian Jonathan, menilai capaian tersebut menunjukkan sinema Indonesia semakin mendapat pengakuan global.

“Partisipasi dan penghargaan yang diraih film Indonesia menunjukkan sinema nasional semakin diperhitungkan di tingkat global. Kami mengapresiasi komitmen berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui fasilitasi kehadiran sineas Indonesia di forum dan festival strategis,” ujarnya, Selasa.(10/2/2026).

Salah satu film yang menonjol sepanjang 2025 adalah Pangku (2025), debut film panjang sutradara Reza Rahadian. Film ini meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, termasuk FIPRESCI Award dan KB Vision Audience Award, serta NETPAC Jury Prize di QCinema International Film Festival 2025 di Filipina. Di dalam negeri, Pangku mencatat lebih dari 560 ribu penonton dan meraih Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025.

Baca juga: Film Timur Tayang di 17 Kota, Debut Sutradara Iko Uwais

Selain itu, film Jumbo (2025) berhasil menembus pasar internasional dengan pemutaran bioskop di Meksiko mulai Januari 2026 serta memperoleh hak edar di lebih dari 40 negara. Film Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025) juga diputar di bioskop Malaysia hanya sepekan setelah rilis domestik. Kedua film tersebut mencatat lebih dari 10 juta penonton di Indonesia dan menjadi film terlaris di Asia Tenggara.

Pada jalur film pendek dan dokumenter, sejumlah karya Indonesia seperti Little Rebels Cinema Club, Daly City, dan Sammi, Who Can Detach His Body Parts meraih puluhan penghargaan internasional dan memperoleh kualifikasi pendaftaran Academy Awards 2026 melalui jalur festival.

Capaian sinema Indonesia juga terlihat pada pemutaran film klasik. Film Turang (1957) karya Bachtiar Siagian diputar di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025 dalam rangka peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika.

Sementara itu, La Cinémathèque française menggelar retrospeksi 10 film Indonesia untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis.

Di bidang kerja sama internasional, skema ko-produksi terus berkembang. Film Renoir, hasil kolaborasi Indonesia dengan Jepang, Prancis, Singapura, dan Filipina, meraih sejumlah penghargaan internasional dan masuk seleksi kompetisi Festival Film Cannes. Beberapa proyek lain, termasuk karya Kamila Andini dan Makbul Mubarak, juga memperoleh dukungan pendanaan dari forum internasional.

Berbagai capaian tersebut menegaskan posisi sinema Indonesia sebagai bagian aktif dari ekosistem film global, baik melalui jalur festival, bioskop komersial, ruang alternatif, hingga forum akademik internasional.

Tags: Fedi-NurilFestival-FilmFilmFilm-IndonesiaPangkuReza-Rahardian
Redaksi

Redaksi

Recommended

img 1666

Pemerintah Daerah dan Lembaga Masyarakat Sipil Pilar Penting Pengelolaan Lingkungan Hidup

7 bulan ago
Kick-Off Program RBP REDD+ GCF

Kepulauan Riau Mulai Implementasi Program REDD+ untuk Pengurangan Emisi Deforestasi

4 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?