Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Alih Fungsi Hutan Perbesar Risiko Penularan Penyakit Vektor

by Redaksi
Februari 13, 2026
in Lingkungan
Keterangan foto: Ilustrasi nyamuk. (Sumber: National Institute of Allergy and Infectious Diseases via Unsplash)

Keterangan foto: Ilustrasi nyamuk. (Sumber: National Institute of Allergy and Infectious Diseases via Unsplash)

Narata.co – Deforestasi tidak hanya memicu krisis lingkungan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat aktivitas manusia terbukti meningkatkan populasi nyamuk dan risiko penularan penyakit berbahaya, terutama di wilayah bekas hutan yang berubah menjadi kawasan permukiman.

Ahli Entomologi IPB University, Prof Upik Kesumawati Hadi, menjelaskan deforestasi merupakan proses hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat campur tangan manusia. Aktivitas tersebut mengubah kawasan berhutan menjadi lahan nonhutan secara tidak dapat dipulihkan (irreversibel) dan melenyapkan fungsi ekologis hutan.

“Hutan memiliki peran utama sebagai habitat flora dan fauna, penyeimbang siklus air, serta pengatur iklim. Ketika hutan hilang, seluruh fungsi tersebut ikut lenyap,” ujar Prof Upik, Jumat (13/2/2026).

Ia menyebutkan deforestasi umumnya terjadi di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan aktivitas manusia, seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, dan permukiman. Konversi kawasan tersebut menyebabkan hilangnya vegetasi dan ekosistem hutan secara permanen.

“Dampak paling serius dari deforestasi adalah hilangnya habitat alami flora dan fauna, terutama spesies endemik. Jika terus berlanjut, kondisi ini dapat menyebabkan kepunahan berbagai jenis makhluk hidup,” jelas Prof Upik.

Selain berdampak pada keanekaragaman hayati, hilangnya hutan juga memengaruhi perilaku nyamuk. Prof Upik mengatakan ketika habitat alami nyamuk dan satwa liar rusak, nyamuk kehilangan inang alaminya dan beralih menggigit manusia.

“Manusia yang bermukim di kawasan bekas hutan menjadi target paling mudah sebagai sumber darah utama,” katanya.

Baca juga: Praktik Pembakaran Limbah Plastik di Industri Makanan Dinilai Berisiko bagi Kesehatan

Sejumlah penelitian, lanjutnya, menunjukkan wilayah dengan tingkat deforestasi tinggi memiliki populasi nyamuk lebih melimpah dan risiko penyakit lebih besar. Berkurangnya keanekaragaman hayati menghilangkan penyangga alami penularan penyakit sehingga manusia semakin sering menjadi sumber darah utama nyamuk yang bersifat oportunis.

Nyamuk diketahui sebagai vektor berbagai penyakit berbahaya seperti demam berdarah dengue (DBD), Zika, chikungunya, malaria zoonotik, dan demam kuning.

“Kondisi ini menjadi peringatan bahwa kerusakan hutan bukan hanya krisis lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan manusia,” ungkap Prof Upik.

Bukan hanya itu, deforestasi juga mengganggu siklus air akibat hilangnya proses penguapan dan penyerapan air tanah, sehingga meningkatkan risiko banjir, longsor, dan kekeringan. Selain itu, hilangnya fungsi hutan sebagai penyerap karbon turut meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memperparah perubahan iklim.

Sebagai langkah pencegahan, Prof Upik mendorong reboisasi dan penghijauan, pengawasan hutan melalui aparat dan teknologi satelit, serta penegakan hukum yang tegas disertai edukasi masyarakat.

“Pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung pelestarian hutan melalui kampanye lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara bijak,” pungkasnya.

Tags: DeforestasiHutanIPB-UniversityKesehatanLingkunganNyamuk
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Ilustrasi munggahan jelang Ramadan. (Sumber: Unsplash)

Munggahan Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Sosiologisnya

Recommended

60b28535 402d 4994 871c d3f906ba3cdc

Kemampuan Literasi Memungkinkan Anak-anak Memahami Informasi dan Berpikir Kritis

11 bulan ago
53e3ec05 5379 4559 b4e6 d7b01c84136f

Menengok Pagelaran Aniwayang: Inovasi Wayang untuk Generasi Muda

11 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?