Narata.co – Guru Besar IPB University, Mala Nurilmala, mengembangkan kolagen berbasis riset dari limbah perikanan, khususnya tulang ikan, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Mala menjelaskan jika limbah ikan seperti tulang, kulit, sisik, dan gelembung renang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung protein kolagen bernilai tinggi.
“Kolagen merupakan protein bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam industri pangan, kosmetik, kesehatan, dan nutraceutical,” ujar Mala, seperti dikutip dari laman resmi IPB University, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Peneliti Ungkap Bahaya Mikroplastik: Hambat Fotosintesis Laut dan Rusak Rantai Makanan
Menurutnya, pemanfaatan limbah tulang ikan menjadi kolagen dapat menjadi solusi atas rendahnya nilai ekonomi limbah perikanan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku kolagen impor.
Selain itu, pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah dinilai mampu mendukung konsep ekonomi sirkular di sektor perikanan.
Mala menambahkan, pengembangan produk kolagen dari limbah ikan juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama di daerah penghasil ikan.
“Inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas, baik untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah maupun menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.


