Narata.co — Persaingan juara Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 memasuki fase paling krusial. Dua tim, yakni Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda, kini menjadi kandidat terkuat peraih trofi musim ini.
Hingga pekan ke-32, kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin. Namun, Persib masih berada di puncak klasemen karena unggul head to head atas Borneo FC. Situasi itu membuat dua laga tersisa dipastikan menjadi penentu arah perebutan gelar.
Persib dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan gelar. Tim asuhan Bojan Hodak tampil relatif stabil sepanjang musim dan berhasil menjaga konsistensi di momen-momen penting.
Kemenangan atas Persija Jakarta pada pekan sebelumnya menjadi modal psikologis besar bagi Maung Bandung. Selain menjaga posisi puncak, hasil itu memperlihatkan mental bertanding Persib masih kuat dalam tekanan perebutan juara.
Secara permainan, Persib memiliki beberapa keunggulan utama. Lini depan mereka cukup produktif, transisi permainan berjalan efektif, serta pengalaman sebagai juara bertahan menjadi faktor penting dalam mengelola tekanan di akhir musim.
Selain itu, Persib juga diuntungkan dengan skenario klasemen. Jika nantinya poin akhir sama dengan Borneo FC, maka Persib tetap unggul karena rekor pertemuan. Kondisi tersebut membuat peluang Persib lebih terbuka dibanding rivalnya.
Dari sisi jadwal, Persib masih harus menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah tekanan mereka. Jika mampu menjaga konsistensi dan menghindari kehilangan poin, peluang juara Persib dinilai berada di atas 60 persen.
Di sisi lain, Borneo FC belum menyerah dalam perburuan gelar. Tim berjuluk Pesut Etam itu terus menempel ketat Persib setelah meraih kemenangan penting atas Bali United.
Baca juga: Debut Manis Bek Persib Bandung Usai Tekuk Semen Padang
Pelatih Borneo, Fabio Lefundes, menegaskan timnya akan terus berjuang hingga laga terakhir musim ini. Semangat tersebut terlihat dari performa Borneo yang konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kekuatan utama Borneo musim ini terletak pada agresivitas permainan. Mereka memiliki transisi menyerang cepat, pressing yang intens, serta kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi.
Sejumlah pemain asing juga menjadi pembeda dalam skuad Borneo. Kombinasi lini tengah dan penyerangan membuat mereka tetap berbahaya, terutama ketika menghadapi tim yang bermain terbuka.
Namun, tekanan terbesar Borneo adalah ketergantungan terhadap hasil Persib. Meski mampu menyapu bersih laga tersisa, mereka tetap membutuhkan Persib kehilangan poin agar bisa mengambil alih posisi puncak.
Situasi itu membuat margin kesalahan Borneo sangat kecil. Mereka tidak hanya wajib menang, tetapi juga berharap rivalnya terpeleset di pekan-pekan terakhir.
Melihat kondisi klasemen dan performa kedua tim, persaingan juara diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir Liga 1 musim ini.
Persib saat ini masih berada di posisi paling aman karena unggul head to head dan memiliki pengalaman menghadapi tekanan perebutan gelar. Namun, Borneo FC tetap memiliki peluang besar apabila mampu menjaga konsistensi sambil berharap Persib kehilangan poin.
Jika Persib gagal menjaga momentum, bukan tidak mungkin Borneo FC akan memanfaatkan situasi untuk menciptakan kejutan dan merebut trofi Liga 1 di akhir musim.



