Minggu, Agustus 2, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Amnesty: Indonesia Perlu Mitigasi Panas Ekstrem di Tengah Ancaman El Niño

by Redaksi
Agustus 1, 2026
in Lingkungan
Keterangan: Ilustrasi kekeringan. (Foto: Rory McKeever via Unsplash)

Keterangan: Ilustrasi kekeringan. (Foto: Rory McKeever via Unsplash)

Narata.co – Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah segera menyusun langkah mitigasi panas ekstrem yang lebih komprehensif menyusul meningkatnya dampak krisis iklim di berbagai daerah, termasuk kekeringan di Jawa Barat yang menyebabkan lebih dari 200 ribu warga mengalami krisis air bersih.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan panas ekstrem tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar fenomena cuaca, melainkan persoalan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia dan kebijakan negara dalam menghadapi perubahan iklim.

“Indonesia berada di garis depan krisis iklim. Ketidakadilan iklim terlihat jelas, dari Kalimantan hingga Jawa Barat. Masyarakat rentan dan warga miskin menghadapi konsekuensi yang jauh lebih parah, padahal kontribusi mereka terhadap pemanasan global relatif kecil,” kata Usman dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Sabtu (1/8/2026). 

Menurut Usman, kekeringan yang diperparah perubahan iklim tidak hanya mengganggu akses masyarakat terhadap air bersih, tetapi juga berdampak pada kesehatan, ketahanan pangan, dan mata pencaharian.

Baca juga: Air Danau Toba Keruh Diduga Akibat Kekeringan dan Pencemaran Limbah

Ia menilai kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, masyarakat adat, serta perempuan menjadi pihak yang paling rentan menghadapi dampak panas ekstrem karena memiliki keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial dan sarana penunjang untuk menghadapi suhu tinggi.

“Kami mendorong pemerintah pusat dan daerah menyusun rencana aksi menghadapi cuaca ekstrem, termasuk pedoman kesehatan saat gelombang panas, penguatan sistem perlindungan sosial yang responsif terhadap perubahan iklim, serta penyediaan dukungan bagi kelompok rentan,” ujar Usman. 

Selain langkah adaptasi, Usman juga menilai pemerintah perlu mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sebagai bagian dari upaya jangka panjang menghadapi krisis iklim.

“Panas ekstrem jelas bukan hanya peristiwa cuaca. Ia bersifat politis karena berkaitan erat dengan kebijakan negara menanggulangi dampak perubahan iklim,” ucapnya.

Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya dampak musim kemarau di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan fenomena El Niño 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai intensitas sangat kuat.

Di Jawa Barat, sebanyak 214.381 jiwa di 207 desa dilaporkan terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Sementara itu, luas kebakaran lahan di wilayah terdampak telah mencapai 61,86 hektare. BMKG juga mengingatkan enam provinsi lain, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, berpotensi menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Tags: Amnesty International IndonesiaEl NinoJawaKalimantanKekeringanKemarau
Redaksi

Redaksi

Recommended

Konferensi pers menjelang pertandingan PSMS Medan versus Garudayaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara, dalam lanjutan pekan kedelapan Liga 2 Championship. (Foto: Media Officer PSMS)

Lawan Pimpinan Klasemen Championship, PSMS Tak Gentar Hadapi Garudayaksa FC

9 bulan ago
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Humas Kementerian Keuangan)

Sri Mulyani Bantah Sebut Guru Beban Negara, Tegaskan Video yang Beredar Adalah Deepfake

12 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?