Narata.co, Medan — Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menegaskan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumut. Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disebut hanya terjadi di kawasan perkotaan.
Pemerintah Provinsi Sumut, kata Bobby, telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah untuk memastikan kondisi distribusi BBM di lapangan.
“Pertamina juga sudah menyatakan tidak ada kelangkaan. Kami sudah berkeliling ke lebih dari enam kabupaten dan kota,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, antrean kendaraan untuk mengisi BBM tidak ditemukan di sejumlah daerah di luar kota.
“Kami ke Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan tidak ada antrean. Ketika masuk ke Pematang Siantar dan Kota Medan, baru terlihat antrean di SPBU,” katanya.
Baca juga: Kepling di Medan Diduga Pungli Uang Bantuan Kesra Warga Rp400 Ribu
Bobby juga meluruskan informasi yang berkembang mengenai kapasitas penyimpanan BBM yang disebut mencapai 21 hari. Menurutnya, masyarakat perlu membedakan antara kapasitas penyimpanan (storage) dan stok BBM yang tersedia.
Ia menjelaskan, kapasitas penyimpanan memang dapat mencapai 21 hari. Namun, hal itu tidak berarti stok BBM hanya cukup untuk jangka waktu tersebut.
“Storage bisa sampai 21 hari, tetapi itu bukan berarti stok kita tinggal 21 hari. Artinya, fasilitas penyimpanan mampu menampung BBM dalam jumlah besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum stok habis, pasokan baru akan kembali diisi sehingga ketersediaan BBM tetap terjaga.
Bobby pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Masyarakat jangan panic buying. Gunakan dan beli BBM sesuai kebutuhan normal,” tegasnya.



