• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Minggu, April 5, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Munggahan Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Sosiologisnya

by Redaksi
Februari 13, 2026
in News
Keterangan foto: Ilustrasi munggahan jelang Ramadan. (Sumber: Unsplash)

Keterangan foto: Ilustrasi munggahan jelang Ramadan. (Sumber: Unsplash)

Narata.co – Menjelang Ramadan, tradisi munggahan kembali dipraktikkan masyarakat di berbagai daerah sebagai penanda sosial untuk bersiap memasuki bulan suci. Tradisi ini dinilai bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan memiliki makna sosial yang kuat.

Sosiolog sekaligus Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Dr Ivanovich Agusta, mengatakan munggahan merupakan ritus sosial yang menandai peralihan menuju fase religius yang lebih intens.

“Dari perspektif sosiologi, munggahan berfungsi sebagai penanda waktu sosial (social marker) yang membantu masyarakat menyusun ritme kolektif, seperti kapan memperbaiki diri, memulai disiplin ibadah, serta menguatkan komitmen moral bersama,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya Ivanovich, tradisi ini juga menjadi mekanisme rekonsiliasi sosial melalui saling memaafkan, memperbaiki relasi yang renggang, dan memulihkan harmoni dalam komunitas. Munggahan mampu memperkuat solidaritas sosial melalui pertemuan tatap muka, makan bersama, dan aktivitas berbagi yang menumbuhkan rasa kebersamaan.

“Interaksi semacam ini mempertebal modal sosial, yaitu kepercayaan, jaringan pertolongan, dan norma timbal balik,” jelasnya.

Dalam lingkup keluarga, munggahan menjadi ruang memperbarui ikatan lintas generasi seperti anak, orang tua, hingga kerabat jauh yang dalam kehidupan modern kerap terfragmentasi oleh kesibukan. Tradisi ini juga memperluas solidaritas ke lingkungan tetangga dan komunitas sekitar.

Namun, Ivanovich mengakui adanya pergeseran makna seiring modernisasi. Di sejumlah tempat, munggahan dinilai mengalami komodifikasi dan menjadi ajang konsumsi atau simbol status.

“Media sosial mendorong orientasi tampil, sehingga makna kebersamaan bergeser menjadi representasi citra,” katanya.

Meski demikian, beberapa komunitas melakukan adaptasi dengan menambahkan kegiatan sedekah, santunan, atau gotong royong. Tantangan utamanya adalah menjaga esensi kesederhanaan, ketulusan, dan pemulihan relasi sosial tetap terjaga.

Ivanovich menegaskan munggahan mencerminkan perpaduan identitas budaya lokal dengan nilai keagamaan. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa agama tidak hanya dipraktikkan secara individual, tetapi juga dilembagakan melalui simbol dan pertemuan komunitas.

“Untuk generasi muda, munggahan harus dipahami sebagai sarana meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia, bukan sekadar pengulangan kegiatan. Adaptasi boleh dilakukan, tetapi prinsip kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dengan pemahaman tersebut, munggahan dinilai tetap relevan dalam memperkuat solidaritas, kekeluargaan, dan identitas budaya masyarakat menjelang Ramadan.

Tags: IndonesiaKeluargaMunggahanMuslimPuasaRamadan
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Penyerang PSMS Medan, Felipe Cadenazzi, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Sumsel United di Stadion Utama Sumatra Utara, Sabtu 14 Februari 2026. (Sumber: Media Official PSMS)

Brace dari Cadenazzi Bawa PSMS Medan Tekuk Sumsel United

Recommended

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangannya di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat 29 Agustus 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Respons Prabowo tentang Ojol yang Tewas Dilindas Rantis saat Aksi Unjuk Rasa

7 bulan ago
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. (Foto: narata/aan)

Komnas HAM Desak Revisi UU Pekerja Migran: Setop Eksploitasi dan Perkuat Perlindungan

8 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?