• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Pakar Gizi Ingatkan Batas Konsumsi Minuman Manis saat Berbuka Puasa

by Redaksi
Februari 21, 2026
in News
Keterangan Foto: Ilustrasi minuman manis. (Sumber: Frank Zhang via Unsplash)

Keterangan Foto: Ilustrasi minuman manis. (Sumber: Frank Zhang via Unsplash)

Narata.co – Konsumsi minuman manis saat berbuka puasa masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena dianggap mampu memulihkan energi dengan cepat. Namun, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika dilakukan secara berlebihan tanpa pengendalian.

Profesor Ilmu Gizi Pangan di IPB University, Budi Setiawan, mengatakan kecenderungan memilih makanan dan minuman manis saat berbuka berkaitan dengan turunnya kadar gula darah setelah berpuasa seharian.

“Selain sebagai sumber energi, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka bertujuan untuk segera mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Budi menjelaskan mengonsumsi gula juga dapat memicu rasa puas dan bahagia karena meningkatkan produksi hormon serotonin. Meski demikian, gula tetap harus dibatasi karena berada di puncak piramida gizi seimbang.

“Konsumsi apa pun kalau berlebihan tentu saja tidak baik, makanya pedomannya adalah gizi seimbang,” jelasnya.

Baca juga: Tradisi Pawai Obor Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah

Menurut Budi, batas konsumsi gula harian mengacu pada pedoman gula, garam, dan lemak, yakni maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan. Konsumsi minuman manis berlebihan saat berbuka maupun sahur dinilai tidak mendukung pemenuhan gizi seimbang karena dapat membuat perut cepat kenyang.

“Asupan gula berlebih berisiko menimbulkan karies gigi serta meningkatkan berat badan. Pada penderita diabetes, kelebihan gula juga dapat meningkatkan kadar trigliserida yang berdampak pada kesehatan jantung. Bisa juga terjadi gangguan pencernaan akibat meningkatnya asam lambung,” kata Budi.

Sebagai alternatif, Budi menyarankan memilih minuman yang lebih sehat, seperti air kelapa muda serta jus buah atau sayur tanpa tambahan gula berlebihan. Buah manis alami, seperti kurma, juga dianjurkan dikonsumsi secukupnya.

“Tidak boleh berlebihan, cukup satu sampai tiga butir saja,” pungkasnya.

Tags: Buka-PuasaIPB-UniversityPuasaRamadanSumutTakjil
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan Foto: Ilustrasi gorengan. (Sumber: Joshua Hoehne via Unsplash)

Pakar Sebut Makan Gorengan saat Berbuka Puasa Berisiko Ganggu Pencernaan

Recommended

Timnas Indonesia versus Honduras di Piala Dunia U-17 2025. (Foto: FIFA)

Indonesia Catatkan Sejarah Usai Tekuk Honduras di Piala Dunia U-17 2025

3 bulan ago
whatsapp image 2025 07 21 at 14.41.47

Masyarakat Ingin Kebersihan Kereta Api Dipertahankan dengan Baik

7 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?