• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Pentingnya Perspektif Perempuan dalam Konservasi

by Redaksi
Januari 22, 2026
in News, Lingkungan
Keterangan foto: Dua orang perempuan sedang berjalan menuju kebun. (Sumber foto: Wafdaazyak via Unsplash)

Keterangan foto: Dua orang perempuan sedang berjalan menuju kebun. (Sumber foto: Wafdaazyak via Unsplash)

Narata.co – Keterlibatan perempuan terbukti menjadi kunci keberhasilan berbagai program konservasi alam dan ketahanan pangan. Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Dr. Arzyana Sunkar, menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan penjaga utama keanekaragaman hayati melalui kearifan lokal.

​Dalam IPB Podcast bertajuk “Perspektif Perempuan dalam Mewujudkan Konservasi yang Berkelanjutan”, Arzyana membeberkan fakta menarik dari risetnya di berbagai daerah. Di Klaten dan Bali Barat, misalnya, tingkat hidup anakan burung di penangkaran jauh lebih tinggi saat dirawat oleh perempuan.

​”Hasil penelitian menunjukkan adanya kasih sayang, perhatian, dan waktu lebih yang diberikan perempuan, sehingga tingkat hidup anakan burung lebih tinggi,” ungkap Arzyana, sebagaimana dikutip dari YouTube IPB TV, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Komnas Perempuan Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan

​Selain itu, ia menyoroti aksi heroik perempuan masyarakat adat Molo di NTT yang melawan ancaman industri dengan cara menenun. Aksi damai ini menjadi simbol bahwa kehidupan mereka bergantung sepenuhnya pada kelestarian alam.

​”Perempuan tahu persis apa yang dibutuhkan alam dan bagaimana menjaganya, karena mereka yang bertanggung jawab memastikan ketersediaan pangan sehat bagi keluarga setiap hari,” jelasnya.

​Meski memiliki peran strategis, Arzyana menyayangkan minimnya pengakuan dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan formal. Padahal, berbagai riset global membuktikan bahwa kebijakan lingkungan yang melibatkan perspektif perempuan justru menghasilkan dampak pelestarian yang lebih baik.

​”Tantangannya saat ini adalah budaya dan pengakuan. Padahal, ketika perempuan dilibatkan dalam pengambilan keputusan, hasil konservasinya lebih maksimal. Perlu dukungan kebijakan dan kelembagaan yang nyata,” pungkasnya.

Tags: IndonesiaIPB-UniversityKonservasiLingkunganPemberdayaan-PerempuanPerempuan
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Wonderkid Arsenal, Ethan Nwaneri. (Sumber foto: Instagram @ethannwaneri)

Resmi Dipinjam Marseille, Ethan Nwaneri Siap Unjuk Gigi di Bawah Asuhan De Zerbi

Recommended

img 20251115 wa0009

Cegah Kekerasan dengan Tracking Medsos dan Wawancara Mendalam

3 bulan ago
2c096bde 0304 4d4a 8617 61d9d504c013

Hero Academy Luluskan 150 Remaja Medan, Cetak Bibit Diplomat Handal Indonesia Emas

5 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?