• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Senin, Februari 9, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

8 Sektor Prioritas Riset Nasional yang Perlu Dikembangkan, Apa Saja?

by Ghiyatuddin
September 8, 2025
in News
img 3775

Narata.co, Medan – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. M. Fauzan Adziman, Ph.D, menegaskan pentingnya membangun ekosistem riset sejak bangku kuliah. 

Menurutnya, riset bukan hanya kegiatan pasca-lulus, melainkan proses belajar yang melatih pola pikir, logika, hingga metode ilmiah yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Riset bisa membantu menyelesaikan masalah di masyarakat. Jika riset menjadi bagian dari kurikulum, manfaatnya bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga bagi lingkungan sekitarnya,” kata Fauzan saat menghadiri acara di Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, Senin (8/9/2025).

Fauzan menyebut ada delapan sektor prioritas riset nasional yang perlu dikembangkan: pangan, kesehatan, energi (terutama energi baru terbarukan), digitalisasi (AI dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, manufaktur dan material, maritim, serta pertahanan. 

Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjual komoditas mentah, melainkan mampu menghasilkan nilai tambah melalui inovasi dan teknologi.

“Digitalisasi, AI, dan semikonduktor akan membawa ekonomi Indonesia menuju ekonomi maju berbasis teknologi. Sementara pangan, energi, dan kesehatan menjadi prioritas mendasar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Rektor Universitas ST Bhinneka, Dr. Tracey Yani Harjatanaya, menegaskan kampus yang ia pimpin berkomitmen mengembangkan riset dan pendidikan yang inklusif di tengah tantangan geopolitik serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Di ST Bhinneka, perbedaan ras, agama, maupun latar belakang bukanlah hambatan. Justru keberagaman adalah kekuatan untuk menjawab tantangan global. Pendidikan adalah jalan menuju Indonesia yang lebih inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tags: Kota MedanRisetRiset NasionalSofyan TanUniversitas ST Bhinneka
Ghiyatuddin

Ghiyatuddin

Next Post
Massa aksi perempuan di Medan saat meletakkan foto para korban yang meninggal dunia sejak gelombang demonstrasi bubarkan anggota DPR 25 -30 Agustus 2025. (Foto : narata.co/Istimewa)

Suara Perempuan di Medan Gaungkan Kelompok Rentan dan Tunjang Mundur Rezim Kekerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

7e01bf0f 8a49 4ae6 a795 8a97ef27089e

Keistimewaan Gajah yang Perlu Diketahui

7 bulan ago
Helikopter yang disiapkan Basarnas untuk evakuas medis di MotoGP Mandalika 2025. (Foto: MGPA)

Basarnas Siapkan Dua Helikopter untuk Evakuasi Medis di MotoGP Mandalika 2025

5 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?