Rabu, Agustus 5, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Peneliti IPB Sebut Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Krisis Ekologi

by Ghiyatuddin
Agustus 16, 2025
in Lingkungan
Ilustrasi tempat pembuangan akhir. (Foto: Alex Person via Unsplash)

Ilustrasi tempat pembuangan akhir. (Foto: Alex Person via Unsplash)

Narata.co — Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Eka Intan Kumala Putri, menyatakan konsep ekonomi sirkular menjadi solusi atas krisis ekologi global yang dipicu perubahan iklim, polusi, degradasi lingkungan, dan kelangkaan sumber daya. 

Ekonomi sirkular adalah konsep sistem ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan kembali sumber daya secara berkelanjutan. Ekonomi sirkular tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga bisa mendorong efisiensi ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan.

“Bank Dunia memperkirakan keruntuhan ekosistem akan menyebabkan kerugian hingga 2,7 triliun dolar AS per tahun,” ujar Eka seperti dikutip dalam laman resmi IPB University, Sabtu (16/8/2025). 

Eka menjelaskan, ekonomi sirkular bertujuan memperpanjang usia pakai produk dan meningkatkan nilai bahan. Negara maju telah menerapkan bioekonomi dalam praktik ekonomi sirkular, sementara di Indonesia volume sampah domestik pada 2023 mencapai 68,5 juta ton, dengan hanya 7,8 persen yang berhasil didaur ulang.

“Penerapan ekonomi sirkular dapat diwujudkan melalui pembangunan bank sampah, pelarangan plastik sekali pakai, insentif bagi industri daur ulang, serta pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga,” jelas Eka. 

Kendati demikian, Eka menilai penerapan ekonomi sirkular di Indonesia masih terkendala keterbatasan SDM, minimnya infrastruktur daur ulang, lemahnya pasar produk limbah, serta koordinasi lintas sektor. Integrasi lintas sektor dalam kebijakan ekonomi sirkular akan memperkuat legitimasi lingkungan sebagai sumber daya strategis bagi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Banyak kota mengalami krisis pengelolaan sampah, bahkan TPA sudah hampir penuh. Karena itu, pemilahan sampah perlu ditetapkan sebagai kewajiban melalui peraturan daerah,” pungkas Eka.

Tags: Ekonomi-SirkularIPBKrisis-Ekologi
Ghiyatuddin

Ghiyatuddin

Next Post
3db8b97a 04f7 4c7e 97ff 0e07cf5dfa64

Berlari dari Medan ke Binjai, Cara Sekelompok Pemuda Maknai HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Recommended

Petugas Balai Karantina saat memeriksa kandungan logam berat teripang kering asal Malaysia. (Foto : Dokumentasi Barantin Sumut)

15 Ton Teripang Asal Malaysia Tercemar Kandungan Logam Berat

10 bulan ago
60b28535 402d 4994 871c d3f906ba3cdc

Kemampuan Literasi Memungkinkan Anak-anak Memahami Informasi dan Berpikir Kritis

11 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?