Narata.co — Dalam rangkaian Pasar Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) 2025, Kementerian Kehutanan menegaskan pentingnya program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) sebagai bukti nyata bahwa rehabilitasi alam tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.M4CR adalah program rehabilitasi mangrove untuk memperkuat ketahanan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Dyah Murtiningsih, menyebut program M4CR mampu memberi manfaat ganda.
“M4CR membuktikan bahwa rehabilitasi mangrove mampu melindungi pesisir sekaligus membuka sumber penghidupan baru. Rehabilitasi tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan,” kata Dyah dalam siaran persnya, Kamis (21/8/2025).
Dyah menambahkan, Pasar RHL 2025 menjadi wadah memperkenalkan produk-produk hasil rehabilitasi, termasuk inovasi dari M4CR. M4CR juga menekankan aspek sosial dengan melibatkan masyarakat sejak perencanaan hingga pemanfaatan hasil, sehingga tumbuh rasa memiliki dan gotong royong.
“Pasar RHL adalah etalasenya, M4CR adalah buktinya. Mari bersama kita jaga mangrove, lindungi pesisir, dan sejahterakan masyarakat,” ucapnya.
Secara ekologis, mangrove berfungsi melindungi pesisir dari abrasi, badai, dan intrusi air laut, sekaligus menjadi penyerap karbon yang tinggi. Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat bisa memperoleh penghasilan tambahan dari tambak udang serta ikan terpadu (silvofishery), ekowisata mangrove, produk olahan seperti sirup, batik, dan pewarna alami.



