• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Peneliti Ungkap Bahaya Mikroplastik: Hambat Fotosintesis Laut dan Rusak Rantai Makanan

by Redaksi
Januari 22, 2026
in Lingkungan, News
Keterangan foto: Sampah plastik yang ada di perairan Bali. (Sumber foto: Naja Bertolt Jensen via Unsplash)

Keterangan foto: Sampah plastik yang ada di perairan Bali. (Sumber foto: Naja Bertolt Jensen via Unsplash)

Narata.co – Keberadaan mikroplastik di perairan Indonesia kini menjadi ancaman serius bagi kemampuan laut dalam menyerap karbon. Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof Etty Riani, mengungkapkan bahwa limbah plastik berukuran mikro ini mengganggu organisme kunci seperti fitoplankton dan zooplankton.

​Meski bukan penyebab tunggal, Etty menjelaskan bahwa mikroplastik, terutama nanoplastik, dapat menempel pada permukaan fitoplankton. Hal ini menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis.
​
“Kondisi ini menghambat proses fotosintesis dan menurunkan kemampuan fitoplankton dalam menyerap karbon dari atmosfer,” ujar Etty, Kamis (22/1/2026).

​Lebih lanjut, ia memaparkan gangguan pada rantai makanan laut. Zooplankton sering kali mengonsumsi mikroplastik karena bentuknya yang menyerupai makanan alami. Akibatnya, zooplankton kekurangan nutrisi dan proses membawa karbon ke dasar laut melalui kotoran (marine snow) menjadi terhambat.

​”Keberadaan mikroplastik membuat kotoran zooplankton menjadi lebih ringan sehingga proses tenggelam ke dasar laut berlangsung lebih lambat. Karbon pun lebih lama berada di permukaan dan berisiko terlepas kembali ke atmosfer,” tambah Etty.

Baca juga: Peneliti: Ikan Hiu Tak Aman untuk Menu MGB Usai Kasus Keracunan di Ketapang

​Selain mengganggu proses biologis, mikroplastik juga diketahui menjadi pembawa bagi bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti logam berat, yang dapat merusak organ tubuh biota laut hingga menurunkan populasinya.
​
Untuk mengatasi hal ini, Etty mendorong langkah holistik mulai dari pengurangan plastik sekali pakai, penghapusan microbeads pada kosmetik, hingga perubahan paradigma limbah menjadi bernilai ekonomi melalui ekonomi sirkular.

​”Pengurangan mikroplastik perlu dilakukan melalui kombinasi kebijakan yang efektif, teknologi inovatif, serta perubahan perilaku masyarakat yang konsisten. Kolaborasi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sangat krusial untuk meminimalkan sumbangan plastik ke laut,” pungkasnya.

Tags: #IndonesiaIPB-UniversitylautMikroplastikpencemaran-lingkungan
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Dua orang perempuan sedang berjalan menuju kebun. (Sumber foto: Wafdaazyak via Unsplash)

Pentingnya Perspektif Perempuan dalam Konservasi

Recommended

Petugas Balai Karantina saat memeriksa kandungan logam berat teripang kering asal Malaysia. (Foto : Dokumentasi Barantin Sumut)

15 Ton Teripang Asal Malaysia Tercemar Kandungan Logam Berat

4 bulan ago
img 20251217 wa0019

Bapemperda–Pansus KTR Medan Janji Revisi Pasal Larangan Penjualan

2 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?