Narata.co – Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa sebaiknya dihindari karena berisiko mengganggu kesehatan pencernaan. Makanan tinggi lemak tersebut dinilai tidak ideal dikonsumsi ketika perut dalam kondisi kosong setelah berpuasa seharian.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, mengatakan gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan.
“Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Karina menjelaskan lemak merupakan zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pencernaan.
“Gorengan ini kan digoreng berarti tinggi lemak. Nah, lemak itu termasuk sulit dicerna. Proses mencernanya dibandingkan dengan mencerna karbohidrat itu lebih lama,” jelasnya.
Menurut Karina, setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat cukup lama. Jika langsung menerima makanan tinggi lemak, sistem pencernaan harus bekerja lebih berat dan berpotensi menimbulkan gangguan.
“Takutnya nanti ada gangguan di sistem pencernaan. Paling tidak mungkin sakit perut, mual, mules,” katanya.
Baca juga: Pakar Gizi Ingatkan Batas Konsumsi Minuman Manis saat Berbuka Puasa
Ia juga mengingatkan konsumsi gorengan saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung.
“Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya,” ucap Karina.
Meski demikian, Karina menegaskan gorengan tidak sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa selama dikonsumsi dengan cara yang tepat. Gorengan sebaiknya dikonsumsi setelah perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan atau makanan utama. Selain itu, jumlahnya juga perlu dibatasi karena konsumsi lemak berlebih secara terus-menerus berisiko menumpuk dalam tubuh dan memicu obesitas.
“Kalau makanan gorengan tinggi lemak itu juga bisa berisiko kalau kita makan dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa dikontrol setiap hari,” tambah Karina.
Karina mengajak masyarakat untuk mengontrol konsumsi gorengan tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga dalam keseharian.
“Kebiasaan makan yang lebih sehat akan berdampak positif bagi kualitas kesehatan di masa mendatang,” tutupnya.


