• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Jumat, April 17, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Perdagangan Satwa Liar Ilegal Dinilai Tingkatkan Ancaman Penyakit Menular

by Redaksi
April 16, 2026
in Lingkungan
Seekor tenggiling yang diselamatkan dari perdagangan satwa dilindungi di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: BKSDA Jawa Tengah)

Seekor tenggiling yang diselamatkan dari perdagangan satwa dilindungi di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: BKSDA Jawa Tengah)

Narata.co – Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menyebut perdagangan ilegal satwa liar berpotensi meningkatkan risiko penularan zoonosis serta memicu munculnya wabah penyakit baru.

“Perdagangan satwa liar meningkatkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia,” ujar Ronny.

Ia menjelaskan, satwa liar yang diperdagangkan cenderung mengalami stres sehingga sistem imunnya menurun dan memicu pelepasan patogen.

“Satwa yang stres lebih mudah melepaskan virus atau bakteri,” kata Ronny, Kamis (16/4/2026).

Selain itu, kondisi pengangkutan yang tidak layak, seperti penempatan dalam kandang sempit dan bercampur dengan spesies lain, turut memperbesar risiko penularan.

“Kontak antarspesies selama distribusi meningkatkan peluang pertukaran patogen,” ucapnya.

Ronny mengutip hasil penelitian Universitas Fribourg yang menunjukkan mamalia yang diperdagangkan memiliki risiko 1,5 kali lebih tinggi menjadi inang zoonosis dibandingkan yang tidak diperdagangkan.

“Patogen yang ditemukan meliputi virus corona, influenza, rabies, hingga parasit zoonotik,” katanya.

Ronny menambahkan, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah, daging, atau cairan tubuh satwa liar, baik saat penjualan, konsumsi, maupun ketika dijadikan hewan peliharaan.

“Risiko tetap ada meskipun satwa dipelihara di rumah,” ujarnya.

Ronny mencontohkan kasus perdagangan ilegal burung kuau raja, owa ungko, dan kucing emas di Sumatra Barat pada 2022 yang menunjukkan potensi penyebaran patogen ke manusia. Di tingkat global, sejumlah wabah seperti SARS, MERS, dan COVID-19 juga dikaitkan dengan interaksi manusia dan satwa liar.

“Perdagangan ilegal berpotensi memicu pandemi baru dengan dampak besar,” tegasnya.

Selain berdampak pada kesehatan, praktik ini juga mengancam keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.

“Biodiversitas merupakan dasar kesehatan manusia dan harus dilindungi,” kata Ronny.

Pakar genetika itu menilai kebijakan konservasi yang kuat diperlukan untuk mencegah degradasi ekosistem yang dapat memicu krisis kesehatan dan pangan.

Tags: IndonesiaIPB-UniversityLingkunganpenyakitPerdagangan-satwa-ilegalzoonosis
Redaksi

Redaksi

Recommended

Keterangan foto: Orang Utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). (Foto: YEL-SOCP)

Bangkai Orang Utan Tapanuli Ditemukan Pascabanjir di Tapanuli Selatan

4 bulan ago
Big Bad Wolf (BBW) Books akan hadir di Kota Medan mulai 24 November hingga 7 Desember 2025. (Foto: redaksi/narata)

Big Bad Wolf 2025 Hadir di Medan, Dorong Minat Baca Lewat 1 Juta Buku Baru

5 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?