Narata.co, Medan — PT PLN (Persero) mendatangkan empat set tower darurat dari sejumlah wilayah untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatra Utara. Sebelumnya, cuaca ekstrem merobohkan sembilan tower transmisi dan merusak tiga tower lainnya milik PLN.
Dua set tower darurat dikirim dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules dan tiba di Sumut pada Jumat (5/6/2026). Sementara dua set lainnya didatangkan dari Aceh dan Sumatra Selatan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Yenti Elfina, mengatakan dukungan peralatan dan personel lintas wilayah diperlukan untuk mempercepat pemulihan sistem transmisi yang terdampak.
“Kami bergerak cepat dengan mengerahkan personel lintas unit dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan. Hari ini pesawat Hercules yang membawa dua set tower darurat dari Jakarta tiba di Sumut. Dukungan peralatan ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan tower darurat dan pemulihan sistem transmisi yang terdampak,” kata Yenti dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
PLN saat ini memprioritaskan pembangunan tower darurat pada jalur saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet) 275 kV sebagai langkah strategis untuk memulihkan sistem penyaluran listrik. Ratusan personel dari berbagai unit PLN juga dikerahkan untuk mempercepat mobilisasi material, pembangunan konstruksi darurat, serta pengamanan lokasi pekerjaan.
Baca juga: BYD Perluas Edukasi Kendaraan Listrik Lewat Tech Culture Fest di Medan
Menurut Yenti, berdasarkan perencanaan teknis saat ini, pembangunan tower darurat ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026, dengan catatan kondisi cuaca dan akses ke lokasi pekerjaan mendukung.
“Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian tower darurat dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Akibat kerusakan infrastruktur transmisi tersebut, PLN masih menerapkan manajemen beban secara terukur dan bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumatera Utara, Efron Lumban Gaol, mengatakan pengaturan pasokan listrik dilakukan di sebagian wilayah Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat.
“Pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Kami terus memantau secara real-time dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan,” kata Efron.
Selama proses pemulihan berlangsung, sebagian pelanggan berpotensi mengalami penghentian sementara pasokan listrik satu hingga dua kali sehari dengan durasi sekitar tiga jam pada setiap periode pengaturan.
“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan seluruh personel tetap siaga 24 jam untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Sumut,” pungkas Efron.



