Narata.co, Medan – Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal dunia dalam operasi pencarian korban bangunan runtuh di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Hingga Senin (20/7/2026) malam, dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
“Alhamdulillah pagi ini pukul 02.20 WIB satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara,” katanya.
Menurut Hery, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif terhadap dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Medan mengerahkan 15 personel beserta peralatan urban search and rescue (USAR), termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi untuk mendeteksi keberadaan korban serta membuka akses di bawah material bangunan.
“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi struktur bangunan yang masih berpotensi mengalami pergeseran,” ujar Hery.
Baca juga: Basarnas Siapkan Dua Helikopter untuk Evakuasi Medis di MotoGP Mandalika 2025
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Medan bersama Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Saka SAR, dan unsur terkait lainnya.
Berdasarkan data sementara, tujuh orang berada di lokasi saat bangunan runtuh. Empat orang dilaporkan selamat, sementara satu korban ditemukan meninggal dunia dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Sebelumnya, sebuah bangunan di Kompleks Grand Polonia runtuh pada Senin (20/7/2026) sore. Berdasarkan hasil investigasi awal kepolisian, peristiwa itu diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.



