Narata.co – Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) di perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens setelah dipastikan berbeda dari spesies sejenis melalui analisis morfologi dan DNA.
Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 melalui artikel berjudul Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, mengatakan penetapan spesies baru dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif dengan menggabungkan karakter morfologi dan analisis DNA.
“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” katanya, Rabu (22/7/2026).
Hasil penelitian menunjukkan T. oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus dari Jepang. Namun, ikan tersebut memiliki sejumlah karakter pembeda, antara lain jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, pola warna tubuh, hingga perbedaan genetik sekitar 3,1 persen.
Spesies baru itu juga memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil pada kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan.
Menurut Kunto, nama oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Penamaan tersebut terinspirasi oleh warna jingga pada tubuh ikan sekaligus merujuk pada Banyuwangi yang dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.
“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” ujarnya.
Sejauh ini, Tomiyamichthys oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. BRIN menyebut penemuan tersebut menambah daftar spesies ikan yang telah dideskripsikan dari perairan Indonesia sekaligus menunjukkan potensi keanekaragaman hayati laut Nusantara yang masih perlu terus diteliti.



