Kamis, Juli 23, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

UNICEF: Lebih dari Separuh Remaja Indonesia Pernah Mengalami Kekerasan

by Redaksi
Juli 22, 2026
in News
Keterangan: Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman (keempat dari kanan), berinteraksi dengan anak-anak saat mengunjungi Pusat PAUD Bilelog, Nusa Tenggara Timur, 29 Juli 2025. (Foto: UNICEF Indonesia)

Keterangan: Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman (keempat dari kanan), berinteraksi dengan anak-anak saat mengunjungi Pusat PAUD Bilelog, Nusa Tenggara Timur, 29 Juli 2025. (Foto: UNICEF Indonesia)

Narata.co – UNICEF menyatakan lebih dari separuh anak Indonesia berusia 13–17 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan dalam hidup mereka. Pernyataan itu mengacu pada hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 yang disusun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman, mengatakan kekerasan masih terjadi di berbagai ruang yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, seperti rumah, sekolah, hingga ruang digital.

“Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, lebih dari separuh anak Indonesia berusia 13 hingga 17 tahun pernah mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan dalam hidup mereka,” kata Maniza, Rabu (22/7/2026). 

Menurut Maniza, perlindungan anak tidak hanya memerlukan regulasi dan layanan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang aman dan mendukung di tempat anak tinggal, belajar, bermain, serta berinteraksi secara daring.

“UNICEF menyambut baik peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi pemerintah. Program tersebut dinilai menjadi langkah untuk memperkuat perlindungan anak melalui penciptaan lingkungan yang lebih aman,” ujarnya.

Baca juga: HAN 2025: UNICEF Soroti Kemajuan Indonesia dalam Kesejahteraan Anak

Maniza menjelaskan ketika UNICEF meminta pendapat anak-anak dan kaum muda mengenai makna ruang aman, mereka menyampaikan dua hal yang paling penting, yakni terbebas dari kekerasan serta merasa diterima, didengarkan, dan dipercaya.

“Mewujudkan ruang aman bagi anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari orang tua, guru, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga masyarakat,” jelasnya. 

UNICEF juga menilai Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kebijakan perlindungan anak, memperluas layanan bagi anak dan keluarga, serta menjadikan perlindungan anak sebagai salah satu prioritas nasional. Namun, upaya tersebut dinilai perlu terus diperkuat mengingat masih tingginya angka kekerasan terhadap anak.

Tags: Hari Anak NasionalIndonesiaPBBPerlindungan AnakRemajaUNICEF
Redaksi

Redaksi

Recommended

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Ottawa mendapatkan sambutan hangat dari Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, di West Block, Parliament Hill, Rabu 24 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Prabowo dan PM Kanada Bahas Penguatan Kerja Sama di Bidang Strategis

10 bulan ago
Keterangan Foto: Pemerintah Menerbitkan Permen Komdigi untuk Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital. (Sumber: Kementerian Komdigi)

Pemerintah Keluarkan Aturan Baru, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Akses Medsos

5 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?