Selasa, Agustus 4, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

UNICEF dan WHO: Cakupan ASI Eksklusif Indonesia Lampaui Target Global

by Redaksi
Agustus 3, 2026
in News
Keterangan: Seorang ibu yang baru saja melahirkan di Puskesmas Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto: UNICEF//Chair)

Keterangan: Seorang ibu yang baru saja melahirkan di Puskesmas Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto: UNICEF//Chair)


Narata.co
 – Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan cakupan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Indonesia telah melampaui target global. Namun, berbagai upaya masih perlu diperkuat agar lebih banyak anak tetap memperoleh ASI hingga usia dua tahun sesuai rekomendasi.

Dalam peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2026 yang berlangsung pada 1–7 Agustus, UNICEF dan WHO mencatat cakupan ASI eksklusif pada bayi usia 0–5 bulan di Indonesia meningkat dari 52 persen pada 2017 menjadi 66,4 persen pada 2024. Angka tersebut melampaui target Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) sebesar minimal 60 persen pada 2030.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, mengatakan menyusui merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk memberikan awal kehidupan yang sehat bagi anak sekaligus investasi bagi pembangunan sumber daya manusia.

“Setiap anak berhak memperoleh awal kehidupan yang terbaik, dan menyusui merupakan salah satu cara paling efektif untuk mewujudkan hak tersebut,” kata Maniza dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026). 

Meski demikian, UNICEF dan WHO menilai tantangan masih besar. Banyak anak di Indonesia berhenti mendapatkan ASI sebelum mencapai usia dua tahun, padahal pemberian ASI hingga sedikitnya usia dua tahun yang disertai makanan pendamping ASI (MPASI) sejak usia enam bulan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak.

Baca juga: UNICEF: Lebih dari Separuh Remaja Indonesia Pernah Mengalami Kekerasan

Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. N. Paranietharan, mengatakan setiap ibu berhak memperoleh dukungan berupa layanan kesehatan yang berkualitas, informasi yang benar, serta perlindungan dari praktik pemasaran produk pengganti ASI yang tidak tepat.

“Menyusui merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan perlindungan paling berharga yang dapat diberikan seorang ibu kepada anaknya. Namun, tidak seharusnya ada ibu yang harus menjalani proses tersebut seorang diri,” ujarnya.

UNICEF dan WHO menyebut praktik menyusui yang optimal di Indonesia diperkirakan dapat mencegah lebih dari 8.000 kematian anak dan 4.200 kematian ibu setiap tahun. Selain itu, praktik tersebut berpotensi menghemat lebih dari 60 juta dolar AS biaya pelayanan kesehatan, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk susu formula hingga hampir 600 juta dolar AS, serta menghasilkan manfaat ekonomi sekitar 5 miliar dolar AS per tahun.

Kedua lembaga itu juga menyoroti pentingnya inisiasi menyusu dini. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, meski hampir 90 persen persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan, hanya sekitar satu dari empat bayi yang mulai disusui dalam satu jam pertama setelah lahir.

Melalui peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2026, UNICEF dan WHO menyerukan penguatan implementasi kebijakan perlindungan menyusui, dan peningkatan layanan konseling bagi ibu. Kemudian, dukungan melalui posyandu dan kelompok pendukung ibu, serta kebijakan ramah keluarga, termasuk dukungan bagi ibu menyusui di tempat kerja.

Tags: anakIbuIndonesiaPekan Menyusui DuniaUNICEFWHO
Redaksi

Redaksi

Recommended

159d80e9 9e43 443e 9766 0f9f6632082e

Limbah Daun Nanas dapat Diubah Menjadi Produk Kesehatan Bernilai Tinggi

11 bulan ago
41f6b16e b662 4c81 98ec e82820e48b9a

Sindikat TPPO di Medan Terbongkar, Korban Terakhir Bayi Berusia 3 Hari

11 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?