Jumat, Agustus 7, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Buah Tanpa Biji Tak Berarti Tanaman Mandul 

by Redaksi
Agustus 6, 2026
in News
Keterangan: Buah semangka. (Foto: Patrick Fore via Unsplash)

Keterangan: Buah semangka. (Foto: Patrick Fore via Unsplash)

Narata.co – Buah tanpa biji tidak berarti tanaman kehilangan kemampuan untuk berkembang biak. Pakar pemuliaan tanaman IPB University, Prof Sobir, menegaskan buah tanpa biji dapat terbentuk melalui mekanisme biologis maupun perlakuan buatan, sementara tanaman tetap dapat diperbanyak dengan cara lain.

“Buah tanpa biji dapat terbentuk melalui mekanisme biologis alami tertentu maupun perlakuan buatan, sehingga tanaman tetap dapat berkembang biak dengan cara lain,” kata Prof Sobir, Kamis (6/8/2026). 

Salah satu contoh paling umum adalah semangka tanpa biji yang dihasilkan melalui persilangan tanaman tetraploid dan diploid sehingga menghasilkan tanaman triploid.

Prof Sobir menjelaskan tanaman triploid memiliki jumlah kromosom yang tidak seimbang saat pembentukan gamet sehingga tidak mampu menghasilkan biji secara normal. Meski demikian, tanaman tetap dapat membentuk buah setelah terjadi penyerbukan menggunakan serbuk sari dari semangka diploid.

“Penyerbukan menginduksi pembentukan buah, tetapi karena ketidakseimbangan kromosom, biji tidak berkembang sempurna sehingga buah yang dihasilkan praktis tanpa biji,” jelasnya.

Selain melalui mekanisme genetik, buah tanpa biji juga dapat dihasilkan ketika penyerbukan terjadi, tetapi proses fertilisasi gagal. Kondisi tersebut tetap merangsang perkembangan bakal buah meski biji tidak terbentuk.

Cara lain menghasilkan buah tanpa biji adalah dengan pemberian hormon tanaman, seperti auksin dan giberelin. Hormon tersebut mampu merangsang perkembangan bakal buah tanpa proses pembuahan.

Baca juga: Limbah Daun Nanas dapat Diubah Menjadi Produk Kesehatan Bernilai Tinggi

Prof Sobir mencontohkan teknik tersebut telah diterapkan di Jepang dengan mencelupkan bunga yang belum mekar ke dalam larutan giberelin sehingga buah berkembang tanpa menghasilkan biji. Teknik serupa juga telah digunakan pada tanaman tomat.

“Tanaman buah tanpa biji tetap dapat dibudidayakan. Pada semangka tanpa biji, tanaman tetua diploid dan tetraploid tetap diperbanyak untuk menghasilkan benih tanaman triploid,” ungkapnya. 

Sementara tanaman buah tanpa biji lainnya umumnya diperbanyak secara vegetatif melalui sambung pucuk, cangkok, atau kultur jaringan.

“Dengan demikian, ketiadaan biji pada buah yang dikonsumsi tidak berarti tanaman kehilangan kemampuan untuk diperbanyak,” ucap Prof Sabir.

Meski lebih praktis dikonsumsi, Prof Sobir mengingatkan buah tanpa biji belum tentu memiliki cita rasa yang lebih baik. Menurutnya, proses penyerbukan dan fertilisasi berperan dalam pembentukan senyawa yang turut memengaruhi rasa buah.

“Misalnya semangka tanpa biji kurang diminati di Jepang karena dinilai kalah dari segi rasa dibandingkan semangka berbiji,” ujarnya. 

Selain itu, Prof Sobir menilai pengembangan buah tanpa biji perlu tetap memperhatikan kelestarian sumber daya genetik. Menurutnya, dominasi tanaman tanpa biji berpotensi mengurangi keragaman genetik sehingga tanaman lebih rentan terhadap perubahan lingkungan, hama, dan penyakit.

“Inovasi buah sebaiknya menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen, kualitas produk, dan kelestarian sumber daya genetik tanaman,” pungkasnya.

Tags: BuahIPB UniversityKesehatanSemangkaTanaman
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan: Suasana Desa Bandar Rahmat di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara. (Foto: narata)

Ketika Laut Menggerus Kampung: Dilema Warga Pesisir Sumut untuk Pergi atau Bertahan

Recommended

Penikmat kopi di Kota Medan. (Foto: redaksi/narata)

Ahli Gizi: Konsumsi Kafein Aman Maksimal 400 Miligram per Hari

9 bulan ago
bc45789f 112f 4a16 af14 cdd2a91f9b11

Bank Muamalat Kuasai 60% Pasar Haji Khusus, Booking ProHajj Plus Melesat

8 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?