Narata.co – Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menyebut kurma dan kedelai, khususnya dalam bentuk tempe, sebagai pilihan pangan yang tepat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa. Hal itu karena keduanya mengandungan nutrisi yang lengkap serta mudah dicerna tubuh.
Kedua bahan pangan tersebut juga dinilai mampu menjadi sumber energi yang baik selama menjalankan ibadah puasa.
“Dalam 100 gram kurma atau sekitar 13 butir, terkandung sekitar 299 kalori. Sementara kedelai seperti tempe tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga mengandung protein nabati berkualitas, lemak dengan asam lemak esensial, vitamin B, serat, serta isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ahmad menjelaskan dalam 100 gram tempe segar terdapat sekitar 200 kalori. Kombinasi kurma dan tempe dalam jumlah yang sesuai dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan energi harian selama berpuasa.
Menurutnya, kurma memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi sehingga dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat.
“Kurma mengandung hampir setengah dari jumlah gulanya dalam bentuk fruktosa yang tingkat kemanisannya dua kali lipat dibandingkan glukosa, sehingga dapat memberikan rasa kenyang,” kata Ahmad.
Baca juga: Pakar Gizi Ingatkan Batas Konsumsi Minuman Manis saat Berbuka Puasa
Sementara itu, tempe memiliki kualitas protein yang baik serta mengandung asam lemak esensial seperti linoleat dan linolenat. Selain itu, tempe juga kaya mineral penting, antara lain zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium.
“Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi, sedangkan tempe mengandung protein lebih banyak. Maka idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit,” jelas Ahmad.
Ahmad menambahkan, kurma juga berpotensi mendukung pengelolaan diabetes karena mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Namun, ia menegaskan konsumsi tetap harus dalam jumlah wajar.
“Dalam jumlah wajar, sekitar dua sampai tiga butir per hari, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah berlebihan,” ujarnya.
Ahmad juga menilai tempe aman dikonsumsi penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah dan dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Untuk memaksimalkan manfaat gizi, Ahmad menyarankan kurma dan tempe diolah dalam berbagai menu.
“Misalnya, smoothie atau sandwich, agar lebih bervariasi dan mudah dikonsumsi selama Ramadan,” pungkasnya.



