• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Pemerintah Percepat Hunian bagi 147 Ribu Rumah Terdampak Bencana

by Redaksi
Desember 17, 2025
in News
Rumah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: Istimewa)

Rumah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: Istimewa)

Narata.co — Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 147.217 unit rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat per Selasa (16/12/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data kerusakan rumah tersebut menjadi dasar perencanaan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

“Pendataan dilakukan secara rinci dan terverifikasi. Data ini menjadi dasar penyusunan pembangunan hunian, baik relokasi maupun pembangunan di lokasi eksisting, terutama untuk rumah rusak ringan,” kata Abdul Muhari.

Menurutnya, rumah dengan kategori rusak ringan masih memungkinkan dibangun kembali di lokasi semula dengan penataan kawasan yang lebih aman. Sementara rumah rusak berat serta yang berada di zona rawan bencana akan diarahkan ke skema relokasi.

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah saat ini mempercepat pendataan lanjutan dan identifikasi lokasi hunian. Pemerintah menargetkan proses tersebut dapat difinalisasi dalam pekan ini agar pembangunan segera dimulai.

“Presiden telah mengarahkan agar proses perencanaan hunian dipercepat, dengan tetap memperhatikan aspek mitigasi bencana, baik struktural maupun nonstruktural,” ujar Abdul.

Di Provinsi Aceh, tercatat 106.058 unit rumah terdampak, terdiri atas 46.779 unit rusak ringan, 22.951 unit rusak sedang, dan 36.328 unit rusak berat. Kabupaten Aceh Utara mencatat kerusakan terbanyak dengan 36.964 unit, disusul Aceh Timur 18.914 unit dan Aceh Tamiang 10.720 unit.

Baca juga: Ancaman Penyakit Kulit Intai Pengungsi Banjir Sumatra

Di Sumatra Utara, total rumah rusak mencapai 28.708 unit, dengan rincian 19.651 unit rusak ringan, 3.899 unit rusak sedang, dan 5.158 unit rusak berat. Dari jumlah tersebut, 1.068 unit dilaporkan hilang atau hanyut. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Langkat (11.273 unit), Tapanuli Tengah (6.481 unit), dan Tapanuli Selatan (4.624 unit).

Sementara di Sumatra Barat, tercatat 12.451 unit rumah rusak, terdiri atas 6.933 unit rusak ringan, 2.959 unit rusak sedang, dan 2.559 unit rusak berat. Kota Padang menjadi wilayah dengan kerusakan terbanyak, yakni 5.497 unit, disusul Padang Pariaman 3.490 unit dan Agam 1.540 unit.

Selain kerusakan permukiman, BNPB juga mencatat peningkatan jumlah korban jiwa. Hingga Selasa, total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 1.053 jiwa, bertambah 23 orang dari hari sebelumnya.

“Penambahan korban meninggal berasal dari Aceh Tamiang 17 orang, Aceh Utara satu orang, dan Tapanuli Tengah lima orang,” kata Abdul.

Secara kumulatif, korban meninggal dunia tercatat 449 jiwa di Aceh, 360 jiwa di Sumatra Utara, dan 244 jiwa di Sumatra Barat. Sementara 200 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Jumlah pengungsi hingga saat ini tercatat 606.040 jiwa. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial, terus terpenuhi melalui koordinasi lintas sektor.

Abdul menegaskan, pendataan dan perencanaan hunian merupakan bagian dari komitmen negara untuk hadir tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan jangka menengah dan panjang. “Pemerintah berupaya memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan di lingkungan yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya.

Tags: AcehBanjir-BandangBNPBLongsorSumbarSumut
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Dua pejabat PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ditahan Kejati Sumut terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam penjualan aluminium alloy. Rabu 17 Desember 2025. (Foto: Penkum Kejati Sumut)

Dua Pejabat Inalum Ditahan Kejati Sumut Terkait Dugaan Korupsi Penjualan Aluminium

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Warga menangkap ribuan ikan mati yang bermunculan di perairan Sei Padang Kuala Tanjung diduga tercemar limbah perusahaan. (Foto : narata.co/ Istimewah)

Ribuan Ikan Bermunculan di Sei Padang Kuala Tanjung, Diduga Akibat Pencemaran Limbah

5 bulan ago
3db8b97a 04f7 4c7e 97ff 0e07cf5dfa64

Berlari dari Medan ke Binjai, Cara Sekelompok Pemuda Maknai HUT ke-80 Kemerdekaan RI

6 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?