Selasa, Agustus 11, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Ancaman Penyakit Kulit Intai Pengungsi Banjir Sumatra

by Redaksi
Desember 17, 2025
in News
Keterangan foto: Masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Foto: Ghiyatuddin/narata)

Keterangan foto: Masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Foto: Ghiyatuddin/narata)

Narata.co – Banjir disertai tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di pengungsian. Salah satu risiko kesehatan yang meningkat pascabencana adalah penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan padat penghuni.

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, mengatakan paparan air banjir yang tercemar menjadi pemicu utama meningkatnya keluhan penyakit kulit. Menurutnya, air banjir umumnya bercampur lumpur, sampah rumah tangga, kotoran, hingga bangkai yang memudahkan terjadinya infeksi.

“Air banjir yang tercemar sangat ideal memicu penyakit kulit, terutama jika warga terpapar dalam waktu lama,” ujar Widya dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan, berbagai temuan di negara-negara rawan banjir menunjukkan pola yang sama, yakni meningkatnya kasus penyakit kulit pada fase tanggap darurat. Kondisi serupa juga kerap terjadi di berbagai lokasi banjir di Indonesia.

Jenis penyakit kulit yang paling sering ditemukan antara lain dermatitis kontak, infeksi jamur, dan infeksi bakteri. Dermatitis kontak ditandai dengan kulit kemerahan, gatal, dan perih akibat paparan air banjir atau bahan pembersih.

Baca juga: Pakar IPB: Bencana Rusak Ketahanan Sosial Desa dan Tingkatkan Potensi Konflik

“Sementara infeksi jamur seperti kurap sering muncul di area badan, selangkangan, dan sela jari kaki. Adapun infeksi bakteri, seperti impetigo, folikulitis, dan selulitis, umumnya dialami warga yang memiliki luka terbuka,” jelas Widya.

Selain itu, korban banjir juga kerap mengalami luka traumatik akibat tersayat puing atau benda tajam saat evakuasi. Luka tersebut berisiko terinfeksi karena lingkungan yang lembap dan minim sanitasi.

Widya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala infeksi kulit yang mulai menunjukkan tanda serius, seperti kemerahan luas, pembengkakan, rasa hangat, nyeri hebat, luka bernanah, berbau, atau disertai demam. “Jika gejala tersebut muncul, warga harus segera mencari pertolongan medis,” katanya.

Ia menambahkan, kelompok yang paling rentan terserang penyakit kulit adalah warga dengan keterbatasan akses kebersihan dan layanan kesehatan. Kelompok ini meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta warga dengan kondisi gizi buruk.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan diri meski berada dalam kondisi darurat. Warga disarankan mandi menggunakan air bersih dan sabun, memakai alas kaki, serta menghindari penggunaan bersama barang pribadi seperti handuk dan pakaian.

“Prinsip pencegahan yang sederhana adalah membersihkan, mengeringkan, dan melindungi kulit setelah terpapar air banjir,” ujar Widya.

Tags: AcehBanjir-BandangLongsorSumbarSumutTapanuli-Tengah
Redaksi

Redaksi

Next Post
Rumah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Percepat Hunian bagi 147 Ribu Rumah Terdampak Bencana

Recommended

img 2140

Penculikan Anak di Medan: Pelaku Minta Rp50 Juta, Terungkap Kurang dari 24 Jam

1 tahun ago
924699d5 9061 4730 9db8 4f8818446107

Keren, Formasi Drone Karya Anak Bangsa Jadi Daya Tarik Puncak Karnaval HUT ke-80 Kemerdekaan RI

12 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?