Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Tren Edit Wajah Anak Berbasis AI Picu Kekhawatiran Privasi

by Redaksi
Februari 9, 2026
in News
Keterangan foto: Ilustrasi Artificial Intelligence. (Sumber: Katja Anokhina via Unsplash)

Keterangan foto: Ilustrasi Artificial Intelligence. (Sumber: Katja Anokhina via Unsplash)

Narata.co – Maraknya tren mengedit wajah anak menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk konten dance di media sosial perlu disikapi secara kritis oleh masyarakat. Di balik tampilan visual yang dinilai lucu dan menarik, terdapat risiko serius terkait keamanan data dan privasi anak.

Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan IPB University, Prof Yeni Herdiyani, mengatakan teknologi AI yang banyak digunakan saat ini merupakan generative artificial intelligence (Gen-AI), yakni sistem yang mampu menghasilkan gambar, video, teks, hingga suara berdasarkan model dan data yang tersedia.

“Bayi dan dance merupakan model yang sudah bisa dibuat oleh algoritma. Ketika diberi informasi berupa foto riil, AI dapat secara otomatis menghasilkan visual yang tampak nyata,” ujar Yeni.

Menurutnya, penggunaan wajah anak sebagai data AI berpotensi menimbulkan risiko kejahatan digital. Foto yang diunggah ke ruang publik pada dasarnya dapat diakses dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kondisi ini menempatkan anak sebagai kelompok yang sangat rentan dalam ekosistem digital,” kata Yeni.

Baca juga: Indonesia Dorong Standar Global Keselamatan Anak di Ruang Digital

Yeni menekankan pentingnya kesadaran orang tua terhadap risiko digital sebelum mengunggah atau mengedit wajah anak menggunakan teknologi AI. Risiko tersebut mencakup keamanan data, perlindungan privasi, serta kemungkinan penyalahgunaan data untuk kepentingan lain.

“Data yang diberikan kepada algoritma AI dapat digunakan untuk melatih model sebagai dataset dan berpotensi muncul kembali dalam bentuk lain di masa mendatang,” jelas Yeni.

Untuk merespons fenomena tersebut, Yeni menilai literasi digital menjadi kunci utama. Saat ini IPB University secara konsisten membekali mahasiswa baru dengan materi etika dan tanggung jawab penggunaan teknologi melalui perkuliahan berpikir komputasional sejak tahun pertama.

“Upaya ini penting untuk membentuk masyarakat yang lebih kritis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi AI,” pungkas Yeni.

Tags: AIanakAncaman-DataArtificial-IntelligenceIndonesiaKeamanan-Privasi
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan foto: Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026. (Sumber: Instagram @timnasfutsal)

AFC Jatuhkan Sanksi Denda Rp235 Juta kepada PSSI Usai Piala Asia Futsal 2026

Recommended

PSMS Medan menjalani official training jelang pertandingan melawan Persekat Tegal di Stadion Yos Sudarso, Tegal. (Foto: Media Official PSMS)

PSMS Medan Ingin Akhiri Tren Buruk di Kandang Persekat Tegal

9 bulan ago
Maskapai Lion Air. (Foto: Fasyah Halim via Unsplash)

Penumpang Sebut Ada Bom, Lion Air JT-308 Jakarta-Kualanamu Kembali ke Apron 

1 tahun ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?