Narata.co, Medan — PT BYD Motor Indonesia menggelar BYD Tech Culture Fest 2026 di Kota Medan, Sumatra Utara, pada 3 hingga 7 Juni 2026. Sebelumnya, kegiatan ini telah diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru kepada masyarakat di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik di wilayah Sumatra.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Medan dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan energi baru dan menjadi salah satu pusat mobilitas utama di Pulau Sumatra.
“Kami ingin menghadirkan kesempatan bagi masyarakat Medan untuk dapat mengenal dan merasakan langsung teknologi unggulan kendaraan energi baru kami, baik kendaraan listrik maupun teknologi dual mode,” kata Eagle Zhao dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Zhao, pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Sumut terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi.
Baca juga: Mengaspal di Sumatera Utara: Wuling Darion Bawa Inovasi ‘Hybrid & Listrik’ ke Segmen MPV Keluarga
Melalui festival tersebut, pengunjung dapat mengenal berbagai teknologi kendaraan energi baru, termasuk teknologi baterai, platform kendaraan listrik, serta teknologi dual mode yang menggabungkan sistem elektrifikasi dan mesin konvensional.
“Selain menampilkan area edukasi teknologi, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas seperti uji coba kendaraan (test drive), simulasi kemampuan kendaraan di medan khusus, hingga demonstrasi berkendara,” ungkap Zhao.
Dalam kesempatan yang sama, BYD juga mengumumkan hasil test drive challenge kendaraan BYD M6 DM yang menempuh rute Medan–Berastagi sejauh sekitar 150 kilometer. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, peserta dengan tingkat efisiensi terbaik mencatat biaya penggunaan kendaraan mulai dari Rp244 per kilometer.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memahami teknologi kendaraan energi baru melalui pengalaman langsung.
“Melalui pendekatan yang interaktif ini, kami ingin membantu masyarakat memahami bagaimana teknologi kendaraan energi baru dapat bekerja secara nyata dan relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Luther menyebut rangkaian Tech Culture Fest akan terus dilanjutkan ke sejumlah kota lain di Indonesia.
“Ini sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kendaraan energi baru dan mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan,” pungkasnya.



