Minggu, Juli 19, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Putus Mata Rantai Perundungan di Sekolah

by Redaksi
Juli 17, 2026
in News
Keterangan: Ilustrasi setop perundungan. (Courtesy: roadahead_2233 via Unsplash)

Keterangan: Ilustrasi setop perundungan. (Courtesy: roadahead_2233 via Unsplash)

Narata.co – Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah segera memperkuat upaya pencegahan perundungan di sekolah menyusul kasus kekerasan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bahwa pembiaran terhadap perundungan dapat berujung pada kekerasan yang membahayakan keselamatan.

“Perundungan bukan sekadar ‘kenakalan remaja’ atau ‘kebiasaan’. Ia adalah pelanggaran hak asasi manusia. Ketika negara gagal melindungi anak dari kekerasan di sekolah, artinya negara gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Hak Anak dan Deklarasi Universal HAM,” kata Usman dalam keterangan tertulisnya dikutip, Jumat (17/7/2026).

Menurut Usman, dampak perundungan tidak berhenti pada trauma psikologis, tetapi juga berpotensi memicu eskalasi kekerasan apabila tidak ditangani secara serius. “Pemerintah tidak boleh lagi bereaksi setelah korban berjatuhan,” ujarnya.

Amnesty International Indonesia mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera mengambil sejumlah langkah, yakni mewajibkan seluruh sekolah memiliki sistem deteksi dini dan mekanisme pelaporan perundungan yang aman dan rahasia. Kemudian, merevisi kurikulum agar pendidikan hak asasi manusia dan toleransi diterapkan dalam keseharian, serta memastikan setiap sekolah menyediakan layanan konseling psikologis profesional bagi korban maupun pelaku.

Sebelumnya, kepolisian mengungkapkan seorang pelajar di MAN 3 Padang diduga melakukan aksi kekerasan di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan polisi, pelajar tersebut merupakan korban perundungan yang telah berlangsung dalam jangka waktu lama. Kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.

“Kami menilai peristiwa itu harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan dan memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dari segala bentuk kekerasan,” pungkas Usman.

Tags: Amnesty International IndonesiaIndonesiaPerlindungan AnakPerundunganSetop PerundunganSumatra Barat
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan: Pencemaran sampah plastik di laut. (Foto: Naja Bertolt Jensen via Unsplash)

Pakar Ingatkan Mikroplastik di Laut Ancam Rantai Makanan dan Kesehatan Manusia

Recommended

Winger asal Brasil, Antony Matheus dos Santos, kini resmi memperkuat Real Betis Balompié. (Foto: Media Real Betis Balompié)

Antony ‘El Gasing’ Resmi Tinggalkan Manchester United, Permanen ke Real Betis hingga 2030

11 bulan ago
Ratusan orang diduga pekerja TPL berpakaian lengkap dengan senjata saat menyerang Masyarakat Adat Lamtoras, Senin (22/09/2025). (Foto : Dok Lamtoras)

Masyarakat Adat Sihaporas Diserang Ratusan Orang Pekerja TPL, 6 Orang Luka-Luka

10 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?