Narata.co – Dua anak harimau Sumatra lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung, sebagai bagian dari upaya pelestarian satwa liar yang dilakukan secara ex situ. Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan induk jantan Kyai Batua dan betina Sinta, yang sebelumnya merupakan satwa hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyatakan kelahiran ini menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama harimau sumatera secara ex situ di Provinsi Lampung.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, mengapresiasi keberhasilan tersebut.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta para pihak yang terlibat,” ujar Agung dalam siaran persnya yang dikutip, Selasa (5/5/2026).
Agung menjelaskan kedua induk harimau merupakan satwa yang diselamatkan dalam kondisi terluka akibat jerat. Kyai Batua bahkan harus menjalani amputasi pada kaki depan kanan, sedangkan Sinta mengalami cacat pada kaki belakang.
Menurut Agung, keberhasilan kelahiran ini menunjukkan bahwa satwa hasil penyelamatan masih memiliki potensi untuk berkembang biak dalam pengelolaan yang tepat.
“Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dari ancaman jerat dan perburuan ilegal,” katanya.
Baca juga: Jejak Harimau Sumatra Muncul di Kebun Warga Sibolangit
Kementerian Kehutanan menilai kelahiran dua anak harimau tersebut menjadi indikator positif dalam pengelolaan konservasi ex situ, sekaligus mendukung upaya peningkatan populasi spesies yang saat ini terancam punah.
Selain itu, kelahiran ini juga dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung edukasi, penelitian, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian satwa liar.
Pemerintah bersama sejumlah lembaga konservasi akan terus memperkuat program pelestarian harimau sumatera melalui kolaborasi, baik di habitat alami (in situ) maupun di luar habitat (ex situ).


