Rabu, Agustus 5, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Gubernur Sumut Absen Temui Massa Penolak TPL, Dinilai Tak Berpihak pada Masyarakat Adat

by Redaksi
November 10, 2025
in News
Unjuk rasa penolakan PT Toba Pulp Lestari di depan kantor Gubernur Sumut. Senin 10 November 2025.(Foto: redaksi/narata)

Unjuk rasa penolakan PT Toba Pulp Lestari di depan kantor Gubernur Sumut. Senin 10 November 2025.(Foto: redaksi/narata)

Narata.co, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menuai kritik setelah tidak menemui massa masyarakat adat yang berunjuk rasa menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Kantor Gubernur Sumut, Senin (10/11).

Ketidakhadira Bobby dinilai menunjukkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat adat yang terlibat konflik lahan dengan perusahaan bubur kertas tersebut.

Massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis sejak pagi memadati halaman kantor gubernur, menuntut agar Bobby secara langsung menyatakan rekomendasi penutupan PT TPL. Namun hingga petang, Bobby tidak muncul.

Wakil Gubernur Sumut, Surya,  yang menemui massa menyampaikan bahwa Bobby tengah berada di Istana Negara mengikuti peringatan Hari Pahlawan.

“Beliau mendampingi keluarga yang mendapat gelar pahlawan,” katanya.

Baca juga: Masyarakat Adat Sihaporas Diserang Ratusan Orang Pekerja TPL, 6 Orang Luka-Luka

Surya berjanji akan menyampaikan tuntutan massa kepada Bobby dan menjadwalkan pertemuan lanjutan.

“Untuk jumpa dengan Bapak Gubernur bisa kita atur kembali,” ucap Surya.

Namun, penjelasan itu justru memicu kemarahan massa yang menilai gubernur mengabaikan aspirasi publik. Koordinator aksi demonstran, Rocky Pasaribu, mengatakan mereka telah menyampaikan pemberitahuan demonstrasi ini sejak sepekan lalu.

“Seharusnya Bobby bisa menjadwalkan waktu untuk menemui rakyatnya,” kata Rocky Pasaribu, Koordinator Aksi.

Rocky menilai pernyataan Bobby yang sebelumnya menyebut PT TPL memiliki alas hak yang sah menegaskan posisi pemerintah yang lebih berpihak pada perusahaan ketimbang masyarakat adat.

“Pemerintah tidak boleh hanya berpegang pada izin formal perusahaan. Ada kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak masyarakat adat yang nyata,” ujarnya.

Tags: DemonstrasiMasyarakat AdatSimalungunSumutToba Pulp LestariTolak-TPL
Redaksi

Redaksi

Next Post
Poster penolakan Soeharto diberi gelar Pahlawan Nasional. (Foto: Amnesty International Indonesia)

Soeharto Tak Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Recommended

Keterangan Foto: Mathew Baker menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior saat bersua Oman dalam laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Karno. Jumat 5 Juni 2026. (Sumber: Instagram @mat_baker09)

Debut Mathew Baker Jadi Sorotan Usai Indonesia Menang Lawan Oman

2 bulan ago
Seorang petani adat yang menjadi korban pemukulan saa penyerangan di Lamtoras Sihaporas, Kabupaten Simalungun, Senin (22/09/2025). (Foto: Aman Tano Batak)

Masyarakat Adat Sihaporas Diserang: 33 Orang Luka, Rumah dan Posko Dibakar

11 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?