• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Kamis, April 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Pakar Ingatkan Penurunan Muka Air Danau Toba dan Risiko Kematian Massal Ikan

by Redaksi
April 22, 2026
in Lingkungan, News
Danau Toba dilihat dari atas Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihita, Kabupaten Toba, Sumut. (Foto: narata/aan).

Danau Toba dilihat dari atas Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihita, Kabupaten Toba, Sumut. (Foto: narata/aan).

Narata.co, Toba — Penurunan muka air Danau Toba hingga sekitar 1,6 meter pada periode Juni 2025 hingga Maret 2026 berpotensi mengancam sektor perikanan budi daya keramba jaring apung (KJA) di kawasan tersebut. Ahli Penginderaan Jauh Satelit IPB University, Prof. Jonson Lumban Gaol, mengatakan penurunan muka air danau berpotensi mencapai hingga 2 meter apabila musim kemarau terus berlanjut.

“Jika musim kering berkepanjangan terjadi, muka air danau bisa turun hingga 2 meter dan berisiko memicu kematian massal ikan di KJA,” ujar Jonson seperti dikutip dari siaran persnya, Rabu (22/4/2026).

Jonson menjelaskan kondisi tersebut berpotensi diperparah oleh prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan terjadinya fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase positif secara bersamaan pada 2026.

“Kombinasi ini dapat memicu musim kering berkepanjangan di Indonesia, termasuk di kawasan Danau Toba,” katanya.

Menurut Jonson, penurunan muka air danau bukan menjadi penyebab langsung kematian ikan, melainkan faktor pemicu terjadinya percampuran massa air saat cuaca ekstrem dan angin kencang.

“Dalam kondisi air yang lebih dangkal, angin kencang dapat mengaduk sedimen limbah organik di dasar danau sehingga menyumbat insang ikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dapat memicu naiknya air dari lapisan bawah yang miskin oksigen ke permukaan.
“Akibatnya, kadar oksigen terlarut menurun drastis dan dapat menyebabkan kematian ikan di KJA,” ucap Jonson.

Selain itu, penumpukan limbah organik di dasar danau juga menjadi faktor risiko. Dalam kondisi kekurangan oksigen, proses penguraian limbah menghasilkan gas beracun seperti hidrogen sulfida dan metana.
“Hidrogen sulfida dapat merusak sistem pernapasan ikan, sementara metana menurunkan kualitas air,” ungkap Jonson.

Jonson mengimbau para pembudi daya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem.
“Jika terlihat tanda-tanda angin kencang dan air mulai keruh, sebaiknya KJA dipindahkan ke perairan lebih dalam atau ikan segera dipanen,” imbaunya.

Jonson juga meminta pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menyiapkan sistem peringatan dini guna mengantisipasi dampak lebih lanjut. “Diperlukan sistem peringatan dini yang akurat dan cepat agar dampak dapat diminimalkan,” tandasnya.

Tags: danau-tobael-ninoindian-ocean-dipoleIndonesiaIPB-UniversitySumut
Redaksi

Redaksi

Next Post
Kulit Biawak tanpa dokumen kesehatan dimusnahkan. (Foto:Narata/Dok BarantinSumut)

Pemusnahan Ribuan Kulit Biawak dan Komoditas Ilegal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi tempat pembuangan akhir. (Foto: Alex Person via Unsplash)

Peneliti IPB Sebut Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Krisis Ekologi

8 bulan ago
Komunitas FC Mobile Sumatera Utara. (Foto: Dokumen Bintang Asdian)

Komunitas FC Mobile Sumatera Utara Tumbuh Pesat, Rutin Gelar Turnamen dan Gathering

8 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?