Narata.co, Medan — Minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing di Kota Medan terus meningkat. Fenomena itu mendorong Kebun Bunga Climb memaksimalkan pembinaan atlet sekaligus membatasi jumlah peserta yang diterima agar proses latihan berjalan optimal.
Pelatih Kebun Bunga Climb, Eko Vrianto atau akrab disapa Maex, mengatakan antusiasme masyarakat untuk bergabung terus bertambah dalam beberapa waktu terakhir. Namun, keterbatasan kapasitas membuat klub belum dapat menerima seluruh calon atlet.
“Kalau tidak dibatasi, peminatnya banyak. Dengan 38 atlet saja kami sudah kelimpungan. Sekarang panjat tebing sudah mulai hype,” kata Maex.

Saat ini Kebun Bunga Climb membina 38 atlet berusia 5 hingga 16 tahun. Sebanyak 10 atlet di antaranya merupakan atlet binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Klub yang berdiri pada 1 Mei 2025 itu berada di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Dispora, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Pembinaan di Kebun Bunga Climb difokuskan untuk mencetak atlet sejak usia dini. Karena itu, peserta yang mengikuti program pembinaan tidak lagi berlatih untuk tujuan rekreasi, melainkan dipersiapkan melalui program pembinaan jangka panjang,” ujar Maex.
Selain membina atlet, Kebun Bunga Climb juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mencoba olahraga panjat tebing. Sesi latihan untuk umum digelar setiap Sabtu dan Minggu pada sore hingga malam hari tanpa batasan usia.
“Ini juga terbuka untuk umum, tapi ada jadwal-jadwalnya seperti Sabtu dan Minggu dari sore hingga malam. Tidak syarat khusus. Kalau di Sabtu dan Minggu tidak ada batas minimal usia, karena itu untuk umum,” ungkap Maex.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat, Maex mengakui pengembangan olahraga panjat tebing di Kota Medan masih menghadapi tantangan, terutama pada ketersediaan sarana dan prasarana latihan. Kendati demikian, Maex tetap optimis Kota Medan bisa mengorbitkan atlet-atet muda berprestasi di cabang olahraga panjat tebing.
“Ke depannya atlet yang kami bina mampu meraih prestasi mulai nasional hingga dunia. Lalu, semakin meningkat minat dan bakat masyarakat di Kota Medan untuk cabor panjat tebing,” tandas Maex.


