• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Maret 15, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Pendaki Asal Swiss Terluka Parah Usai Jatuh di Gunung Rinjani

by Ghiyatuddin
Juli 18, 2025
in News
img 6452

Gunung Rinjani di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Sumber foto: narata/aan).

Seorang pendaki asal Swiss bernama Benedikt Emmenegger (46) terluka parah usai jatuh di Gunung Rinjani, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (16/7) sekitar pukul 11.25 WITA. Benedikt mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Krisdianto, mengatakan pendaki asal Swiss itu di lokasi 25 menit sebelum menuju jembatan besi ke arah Danau Segara Anak. Korban diketahui teregistrasi mulai mendaki pada 15 Juli 2025 melalui pintu pendakian Sembalun. 

“Informasi awal dari guide dan porter yang mendampingi, korban mengalami pendarahan dan diduga mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh,” kata Krisdianto melalui keterangan resmi tertulisnya, Rabu (16/7). 

Krisdianto menjelaskan tim dari Edelweis Medical Help Center (EMHC) sedang berupaya untuk mengevakuasi korban. Pada pukul 11.30 WITA, tim evakuasi melakukan komunikasi dengan guide yang mendampingi korban untuk penanganan awal pasca kecelakaan. 

“Tim juga meminta guide agar mendampingi terus korban di lokasi tersebut sembari menunggu tim evakuasi datang,” jelasnya. 

Pada pukul 11.59 WITA, kata Krisdianto, tim evakuasi mendapatkan informasi baru dari guide yang mengatakan ada salah satu pengunjung dari grup lain berprofesi sebagai dokter. Usai dilakukan pemeriksaan kondisi korban, dokter tersebut menyarankan agar evakuasi menggunakan helikopter. 

“Dikhawatirkan terjadi pendarahan apabila evakuasi melalui jalur darat,” ucap Krisdianto. 

Sementara itu, tim lain dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah berkoordinasi dengan SAR Mataram terkait evakuasi via udara. Namun, evakuasi udara masih belum bisa dipastikan lantaran kondisi cuaca ekstrem di lokasi kejadian. 

“Pukul 15.00 WITA, informasi dari operator bahwa helikopter akan diterbangkan dengan harapan tidak ada perubuhan cuaca yang ekstrem di lokasi. Apabila korban berhasil dilakukan evakuasi udara, ia akan dibawa langsung ke Rumah Sakit Nusa Medica di Bali,” pungkas Krisdianto. 

Tags: #ntb#rinjani#swissPendaki
Ghiyatuddin

Ghiyatuddin

Next Post
img 6453

Sedikitnya 20 Warga Palestina Tewas Terinjak saat Distribusi Bantuan Pangan di Gaza Selatan

Recommended

img 20251022 wa0052

Festival Musikal Indonesia 2025: Ruang Inklusif untuk Karya, Kolaborasi, dan Kebudayaan

5 bulan ago
41f6b16e b662 4c81 98ec e82820e48b9a

Sindikat TPPO di Medan Terbongkar, Korban Terakhir Bayi Berusia 3 Hari

6 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?