Minggu, November 8, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Komnas Perempuan Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan

by Ghiyatuddin
Agustus 14, 2025
in News
Ilustrasi anti kekerasan terhadap Perempuan. (Foto: canva)

Ilustrasi anti kekerasan terhadap Perempuan. (Foto: canva)

Narata.co, Jakarta — Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menegaskan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), harus diarahkan untuk memperkuat kesetaraan gender serta mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan.

Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan (CATAHU) 2024 mencatat 445.502 kasus kekerasan terhadap perempuan, naik 9,77 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan signifikan terjadi pada kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang melonjak 40,8 persen, meliputi ancaman daring, pelecehan seksual siber, penyebaran konten intim tanpa izin, eksploitasi seksual, pelanggaran privasi, dan penipuan.

“Teknologi harus diarahkan untuk mencegah kekerasan, menyelamatkan, dan memulihkan korban. Tanpa kebijakan yang responsif gender, kemajuan teknologi berisiko melanggengkan kekerasan dan diskriminasi dalam bentuk baru,” ujar Komisioner Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, dalam siaran persnya, Rabu (13/8/2025). 

Komisioner Daden Sukendar menambahkan, sinergi database kekerasan terhadap perempuan, penerapan standar keamanan, dan pelaporan ramah korban berbasis AI perlu diperkuat.

“Kami mendesak alokasi anggaran perlindungan digital yang responsif gender di kementerian, lembaga, dan masyarakat sipil,” ucapnya.

Komnas Perempuan menilai inovasi teknologi, termasuk AI, dapat digunakan untuk deteksi dini konten kekerasan, identifikasi pola KBGO, hingga analisis risiko. Penguatan infrastruktur digital dan literasi teknologi berbasis gender dinilai menjadi kunci membangun ruang digital yang aman, setara, dan bebas diskriminasi bagi perempuan.

Tags: Anti-KekerasanKBGOKomnas-Perempuan
Ghiyatuddin

Ghiyatuddin

Next Post
Foto ilustrasi via Unsplash/Filip.

Amnesty International Indonesia Desak Investigasi Independen Kasus Kematian Prada Lucky

Recommended

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, bersama Menteri Luar Negeri Republik Korea, Cho Hyun. (Foto: Humas Kementerian Luar Negeri RI)

Indonesia dan Korea Selatan Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Energi, dan Digital

1 tahun ago
Keterangan Foto: Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Sumber: Dok.Komdigi)

Komdigi dan Polri Perkuat Kerja Sama Berantas Judi Daring Lintas Negara

2 minggu ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?