• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Maret 12, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Gubernur Sumut Absen Temui Massa Penolak TPL, Dinilai Tak Berpihak pada Masyarakat Adat

by Redaksi
November 10, 2025
in News
Unjuk rasa penolakan PT Toba Pulp Lestari di depan kantor Gubernur Sumut. Senin 10 November 2025.(Foto: redaksi/narata)

Unjuk rasa penolakan PT Toba Pulp Lestari di depan kantor Gubernur Sumut. Senin 10 November 2025.(Foto: redaksi/narata)

Narata.co, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menuai kritik setelah tidak menemui massa masyarakat adat yang berunjuk rasa menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Kantor Gubernur Sumut, Senin (10/11).

Ketidakhadira Bobby dinilai menunjukkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat adat yang terlibat konflik lahan dengan perusahaan bubur kertas tersebut.

Massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis sejak pagi memadati halaman kantor gubernur, menuntut agar Bobby secara langsung menyatakan rekomendasi penutupan PT TPL. Namun hingga petang, Bobby tidak muncul.

Wakil Gubernur Sumut, Surya,  yang menemui massa menyampaikan bahwa Bobby tengah berada di Istana Negara mengikuti peringatan Hari Pahlawan.

“Beliau mendampingi keluarga yang mendapat gelar pahlawan,” katanya.

Baca juga: Masyarakat Adat Sihaporas Diserang Ratusan Orang Pekerja TPL, 6 Orang Luka-Luka

Surya berjanji akan menyampaikan tuntutan massa kepada Bobby dan menjadwalkan pertemuan lanjutan.

“Untuk jumpa dengan Bapak Gubernur bisa kita atur kembali,” ucap Surya.

Namun, penjelasan itu justru memicu kemarahan massa yang menilai gubernur mengabaikan aspirasi publik. Koordinator aksi demonstran, Rocky Pasaribu, mengatakan mereka telah menyampaikan pemberitahuan demonstrasi ini sejak sepekan lalu.

“Seharusnya Bobby bisa menjadwalkan waktu untuk menemui rakyatnya,” kata Rocky Pasaribu, Koordinator Aksi.

Rocky menilai pernyataan Bobby yang sebelumnya menyebut PT TPL memiliki alas hak yang sah menegaskan posisi pemerintah yang lebih berpihak pada perusahaan ketimbang masyarakat adat.

“Pemerintah tidak boleh hanya berpegang pada izin formal perusahaan. Ada kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak masyarakat adat yang nyata,” ujarnya.

Tags: DemonstrasiMasyarakat AdatSimalungunSumutToba Pulp LestariTolak-TPL
Redaksi

Redaksi

Next Post
Poster penolakan Soeharto diberi gelar Pahlawan Nasional. (Foto: Amnesty International Indonesia)

Soeharto Tak Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Recommended

Hari Guru Nasional 2025

Refleksi Hari Guru 2025: Jangan Salahkan Guru, Benahi Sistemnya

4 bulan ago
Penyu sisik (Eretmochelys imbricata).(Foto: Jayne Jenkins / Coral Reef Image Bank)

Jejak Genetik Ungkap Identitas Unik Penyu di Laut Indonesia

7 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?