• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Konflik Tanah Adat Kamuyend, LBH Papua Merauke Minta Presiden Turun Tangan

by Redaksi
Juni 1, 2026
in Lingkungan
Keterangan Foto: Aksi penancapan salib yang dilakukan masyarakat adat marga Kamuyend sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas pembangunan di wilayah ulayat mereka. (Sumber: LBH Papua Merauke)

Keterangan Foto: Aksi penancapan salib yang dilakukan masyarakat adat marga Kamuyend sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas pembangunan di wilayah ulayat mereka. (Sumber: LBH Papua Merauke)

Narata.co — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Presiden Prabowo Subianto segera memerintahkan Panglima TNI menghentikan pelibatan militer dalam konflik tanah adat Marga Kamuyend di Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Papua Selatan.

Desakan itu disampaikan LBH Papua Merauke menyusul laporan dugaan keterlibatan aparat TNI Angkatan Darat dalam merespons aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat adat sebagai bentuk penolakan terhadap proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang melintasi wilayah adat mereka.

Direktur LBH Papua Merauke, Teddy Wakum, menyebut pihaknya menerima laporan terkait kedatangan sekitar 10 aparat militer bersenjata lengkap ke lokasi pemalangan pada Sabtu (23/5/2026).

Aparat tersebut disebut mendatangi area pemalangan dan mempertanyakan aksi penancapan salib yang dilakukan masyarakat adat Marga Kamuyend sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas pembangunan di wilayah ulayat mereka.

“Presiden RI segera memerintahkan Panglima TNI untuk memastikan tidak ada keterlibatan TNI AD dalam konflik tanah adat marga Kamuyend di Merauke. Mereka wajib menghormati aksi palang salib yang dilakukan masyarakat adat,” kata Teddy dalam siaran persnya yang dikutip, Senin (1/6/2026).

Teddy menjelaskan marga Kamuyend sebelumnya telah melakukan penancapan salib di lokasi tersebut sejak 8 Oktober 2025 sebagai bentuk pelarangan terhadap aktivitas pembangunan. Namun, salib tersebut sempat dicabut dan aktivitas pembukaan lahan atau land clearing tetap berlanjut.

“Kami menilai aksi pemalangan itu merupakan bentuk penolakan damai atas kehadiran perusahaan dan proyek strategis nasional di atas tanah adat mereka,” jelasnya.

Teddy juga menyebut aksi tersebut sejalan dengan perintah majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura yang meminta tidak ada aktivitas apa pun di area objek sengketa hingga terdapat putusan hukum berkekuatan tetap.

“Semua pihak wajib mematuhi dan melaksanakan perintah majelis hakim PTUN Jayapura untuk menghentikan seluruh aktivitas land clearing di wilayah adat marga Kamuyend,” ungkap Teddy.

Selain meminta penghentian keterlibatan militer, LBH Papua Merauke juga mendesak Komisi I DPR RI melakukan evaluasi terhadap tindakan TNI yang dinilai tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, khususnya terkait keterlibatan dalam proyek-proyek strategis nasional.

“Kami menilai pelibatan TNI dalam pengamanan proyek jalan 135 kilometer di wilayah adat berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat adat Malind jika terus dibiarkan berlangsung,” tandas Teddy.

Tags: KamuyendLBH-Papua-MeraukeMasyarakat-AdatMeraukePapuaPapua-SelatanTNI
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan Foto: Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto (kiri), saat memberikan tanggapan usai pertandingan melawan Myanmar U-19 pada Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumut. Senin 1 Juni 2026. (Sumber: narata/Ghiyatuddin)

Menang 3-0 Lawan Myanmar, Nova Arianto Sebut Timnas Indonesia U-19 Belum Tampil Maksimal

Recommended

img 1618

Keseruan Nobar Jumbo Bersama Anak-anak Marginal

11 bulan ago
Keterangan Foto: Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Jumat 8 Mei 2026. (Sumber: Top Disaster)

Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara, Tiga Pendaki Dilaporkan Meninggal Dunia

1 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?