Rabu, Agustus 5, 2026
No Result
View All Result
Narata
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Yang Luput
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

PSSI Minta Klub dan Operator Tegas Lawan Rasisme

by Redaksi
April 23, 2026
in Olahraga
Keterangan: Selebrasi dari pemain Persipura Jayapura usai mencetak gol ke gawang Deltras United di Liga 2 Championship, 29 Maret 2026. (Sumber Foto: Ileague)

Keterangan: Selebrasi dari pemain Persipura Jayapura usai mencetak gol ke gawang Deltras United di Liga 2 Championship, 29 Maret 2026. (Sumber Foto: Ileague)

Narata.co — Ketua Umum Erick Thohir menegaskan bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak membenarkan segala bentuk rasisme dalam sepak bola nasional, baik dalam kompetisi usia muda maupun profesional.

“FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepak bola, baik di tingkat internasional maupun nasional,” ujar Erick seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (23/4/2026).

Ia menekankan, setiap peristiwa yang mengandung unsur rasisme harus disikapi secara serius dan tegas oleh seluruh pihak, termasuk operator kompetisi dan klub. Menurut Erick, pembinaan sepak bola, khususnya pada usia muda, tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan hasil pertandingan, tetapi juga pembentukan karakter pemain.

“Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga harus ditopang karakter yang baik,” katanya.

Erick juga meminta operator kompetisi, termasuk I-League, serta klub peserta Liga 1, Liga 2, dan Elite Pro Academy (EPA) untuk terus menegakkan nilai saling menghargai dan empati antar pemain. Selain itu, PSSI mendorong penguatan sosialisasi terkait anti-rasisme, anti-kekerasan, dan kepatuhan terhadap aturan pertandingan di seluruh level kompetisi.

“Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang dewasa dan berkarakter. Operator, klub, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan seiring dengan pembinaan teknik,” ucap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mengapresiasi langkah Bhayangkara FC dan Dewa United yang telah mempertemukan dan mendamaikan dua pemain yang terlibat konflik, yakni Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis.
“Saya mengapresiasi kedua klub yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Ini harus menjadi pelajaran bagi para pemain,” pungkasnya.

Tags: Indonesialiga-1Liga-2PSSIrasialisRasismeSepak-Bola
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan Foto: Pelatih PSMS Medan, Eko Pudjianto, dan gelandang PSMS, M Farhan, saat konferensi pers jelang melawan Adhyaksa FC, yang akan berlangsung pada Sabtu 25 April 2026. (Sumber: MO PSMS)

Lawan Adhyaksa FC, PSMS Fokus Tutup Musim dengan Kemenangan di Laga Kandang Terakhir

Recommended

Ilustrasi (Foto: Narata/Istimewa)

Langkah Jitu! Satgas Nataru Pertamina Aktif Lebih Awal, Pengamat: Bikin Masyarakat Nyaman Rayakan Liburan

8 bulan ago
Pelatih Bali United, Johnny Jansen. (Foto: Media Official Bali United).

Johnny Jansen Bidik Kemenangan Pertama Bersama Bali United

12 bulan ago

Popular News

    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Yang Luput
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?