Narata.co — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru tumbuhan aroid dari genus homalomena di Sumatra Utara (Sumut) yang diberi nama Homalomena Bungamerah. Temuan ini menambah daftar kekayaan flora endemik Indonesia dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Taiwania Volume 71 Nomor 2 Tahun 2026.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri, mengatakan spesies tersebut memiliki karakter morfologi yang berbeda dari jenis homalomena lainnya.
“Kombinasi ciri morfologi yang unik, terutama pada permukaan daun dan struktur bunganya, menunjukkan bahwa spesies ini berbeda dari homalomena lain yang telah dideskripsikan,” ujar Rifqi, seperti dikutip dari laman resmi BRIN, Sabtu (25/4/2026).
Rifqi menjelaskan, Homalomena Bungamerah merupakan tumbuhan litofit, yakni tumbuhan yang hidup di permukaan batuan, terutama batu granit yang lembap dan teduh di hutan dipterokarpa campuran. Spesies ini memiliki ciri khas berupa permukaan daun bagian atas yang kasar dan berlipat, serta tidak memiliki struktur interpistillar staminodes yang menjadi pembeda utama dari spesies lain dalam genus serupa. Selain itu, bagian tangkai dan seludang bunganya berwarna merah, yang kemudian menjadi dasar penamaan spesies tersebut.
“Nama bungamerah diambil dari Bahasa Melayu yang merujuk pada warna mencolok pada tangkai dan seludang bunganya,” kata Rifqi.
Berdasarkan hasil penelitian, spesies ini diketahui hanya ditemukan di satu lokasi di Sumut dengan populasi kurang dari 100 individu dewasa. Kondisi tersebut, ditambah ancaman pengambilan dari alam dan degradasi habitat, membuat spesies ini dikategorikan kritis (critically endangered) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature.
Penemuan ini dinilai menunjukkan pentingnya eksplorasi dan kajian taksonomi untuk mengungkap keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terdokumentasi sekaligus mendukung upaya konservasi flora endemik nasional.



