• Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Narata
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Home
  • News
  • Indepth
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Narata
No Result
View All Result

Homalomena Bungamerah Spesies Baru dari Sumut, Begini Morfologi dan Ciri Khasnya

by Redaksi
April 25, 2026
in News, Lingkungan
Keterangan Foto: Spesies baru flora endemik asal Sumatra Utara, Homalomena Bungamerah. (Sumber Wendy A.Mustqim/BRIN)

Keterangan Foto: Spesies baru flora endemik asal Sumatra Utara, Homalomena Bungamerah. (Sumber Wendy A.Mustqim/BRIN)

Narata.co — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru tumbuhan aroid dari genus homalomena di Sumatra Utara (Sumut) yang diberi nama Homalomena Bungamerah. Temuan ini menambah daftar kekayaan flora endemik Indonesia dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Taiwania Volume 71 Nomor 2 Tahun 2026.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri, mengatakan spesies tersebut memiliki karakter morfologi yang berbeda dari jenis homalomena lainnya.

“Kombinasi ciri morfologi yang unik, terutama pada permukaan daun dan struktur bunganya, menunjukkan bahwa spesies ini berbeda dari homalomena lain yang telah dideskripsikan,” ujar Rifqi, seperti dikutip dari laman resmi BRIN, Sabtu (25/4/2026).

Rifqi menjelaskan, Homalomena Bungamerah merupakan tumbuhan litofit, yakni tumbuhan yang hidup di permukaan batuan, terutama batu granit yang lembap dan teduh di hutan dipterokarpa campuran. Spesies ini memiliki ciri khas berupa permukaan daun bagian atas yang kasar dan berlipat, serta tidak memiliki struktur interpistillar staminodes yang menjadi pembeda utama dari spesies lain dalam genus serupa. Selain itu, bagian tangkai dan seludang bunganya berwarna merah, yang kemudian menjadi dasar penamaan spesies tersebut.

“Nama bungamerah diambil dari Bahasa Melayu yang merujuk pada warna mencolok pada tangkai dan seludang bunganya,” kata Rifqi.

Berdasarkan hasil penelitian, spesies ini diketahui hanya ditemukan di satu lokasi di Sumut dengan populasi kurang dari 100 individu dewasa. Kondisi tersebut, ditambah ancaman pengambilan dari alam dan degradasi habitat, membuat spesies ini dikategorikan kritis (critically endangered) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature.

Penemuan ini dinilai menunjukkan pentingnya eksplorasi dan kajian taksonomi untuk mengungkap keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terdokumentasi sekaligus mendukung upaya konservasi flora endemik nasional.

Tags: BRINfloraHomalomena-BungamerahIndonesiaPeneliti
Redaksi

Redaksi

Next Post
Keterangan Foto: Ilustrasi peta Pulau Papua. (Sumber: unsplash/narata)

Komnas HAM Soroti Enam Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

Recommended

Hari Guru Nasional 2025

Refleksi Hari Guru 2025: Jangan Salahkan Guru, Benahi Sistemnya

5 bulan ago
img 20251022 wa0046

Pemberantasan Pinjol Ilegal jadi Tantangan Dulu dan Sekarang

6 bulan ago

Popular News

    • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Tentang Kami
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kontak Kami
    • Kebijakan Privasi

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Indepth
    • Olahraga
    • Advertorial

    Copyright © 2025. Narata.co. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?